Festival Rinjani IV

Di akhir tahun 2020 Perkumpulan Santiri bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan beberapa pihak terkait mengadakan kegiatan Festival Rinjani.
Rangkaian kegiatannya dilakukan dengan durasi tiga bulan (September-November).
Festival yang memadukan kegiatan konvensional berprotap covid 19 dengan kegiatan berbasis media dan teknologi virtual dapat diselenggarakan dan menggerakan kegiatan kegiatan industri kreatif dan dapat terpicu serta memantik pengembangan kewirausahan baru, inovasi desa dan ekonomi lokal. Sebagian Masyarakat, khususnya seniman, budayawan dan aktivis sosial mulai bisa beradaptasi dengan covid, beraktivitas dan atau berproduksi di bidang masing masing.
.

Rangkaian Kegiatan Festival Rinjani IV yaitu :
Pertama; Sangkep (musyawarah), Sangkep pada kegiatan ini dilakukan secara online (virtual) dan offline. Sangkep secara offline dilakukan di dusun Dasan Baro, Desa Karang Bajo – Kabupaten Lombok Utara yang dihadiri tokoh-tokoh adat, nstasi pemerintahan desa sampai Kabupatendan perwakilan masyarakat. Hasil Sangkep ini kemudian dilanjutkan dengan Sangkep yang lebih teknis dan programatik. sangkep kedua yang dilakukan secara offline diadakan di taman Narmada Lombok Barat. Sangkep virtual dilaksanakan oleh anak-anak muda, Sangkep ini membahas kerangka programatik. Output yang dihasilkan adalah rumusan pengelolaan Rinjani, oleh karena itu hastag yang digunakan pada kegiatan Rinjani Festival adalah “Mengeja Kembali Rinjani”.

Kedua, Yora Hero merupakan sebuah kompetisi pendokumentasian dalam konsep perumusan minat dan bakat yang mewakili nama sekolah untuk memetakan, mendokumentasikan, dan mengidentifikasikan kembali yang dituangkan dalam bentuk foto, video, sketsa, dan narasi. Outputnya akan menjadi data base, karena ketika berdiskusi dengan pemerinth daerah atau stakeholder lainnya potensi pariwisata atau alam dapat teridentifikasi dengan baik yang dapat dibawa kemana arah selanjutnya. Ketiga, Poroq-poroq, yaitu berdiskusi santai mengisi waktu luang namun produktif. Terkait pandemic, orang tidak bisa kemana-mana, ternyata setelah melihat instagram ada kelompok masyarakat yang membuat makanan di kawasan lingkar rinjani. Ini adalah kegiatan yang produktif, sehngga hal-hal seperti ini bisa difasilitasi. Sehingga pada festival Rinjani ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi untuk industry dan usaha dalam skala kecil. Outputnya adalah bagiamana caranya apa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dapat dipasarkan dengan baik melalui Tenten untuk mengakomodir UMKM oleh kelompok masyarakat dalam bentuk platform digital. Oleh karena itu, waktu gempa yang sudah terjadi dan pandemic yang terjadi saat ini, beberapa kelompok pemuda diarahkan untuk dilatih, ditingkatkan kapasitas dan kapabilitasnya agar mereka bisa mengelola wisata budaya terutama yang berada lingkar kaki rinjani. Keempat, Puncak Festival, dilakukan melalui beberapa rangkaian, diantaranya adalah Penanaman tanaman langka dan tanaman produktif untuk masyarakat local. Dari seluruh rangkaian kegiatan festival yang dilakukan, dihasilkanlah sebuah rumusan rinjani dibaca secara bersamaan dari “mengeja kembali rinjani” menjadi sebuah Deklarasi Rinjani.

Dalam Festival Rinjani IV ini juga diuji coba teknologi pendektesian pendaki yang dinamakan “Sembeq Digital” yaitu alat untuk mendeteksi perjalan pendaki ke Gunung Rinjani agar dapat dipantau posisinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *