Dalam perjalanan mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat kepulauan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta ketangguhan terhadap perubahan iklim, Santiri Foundation telah membangun jaringan kerja sama yang luas dan beragam, mencakup lembaga donor internasional, kementerian, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, dan sektor swasta.

Santiri telah bekerja sama dengan lebih dari 60 lembaga mitra, antara lain:

1. Lembaga Internasional dan Donor

  • Ford Foundation – Dukungan jangka panjang untuk program Civil Society, Governance, dan Climate Justice.
  • Samdhana Institute – Mitra utama untuk perubahan iklim, tata kelola pengetahuan, serta pengembangan wilayah adat.
  • Stockholm Environment Institute (SEI) – Riset dan pelatihan adaptasi perubahan iklim dan masyarakat lingkar tambang.
  • United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) – Dukungan isu masyarakat adat dan budaya lokal.
  • GEF-Small Grants Programme – Program ekowisata, energi alternatif, dan kampung iklim.
  • New Zealand Embassy – Revitalisasi sistem pangan adat dan keamanan pangan.
  • IMACS-USAID – Kajian kerentanan iklim komunitas pesisir NTB.
  • MCAI – Pemetaan Partisipatif batas administrasi Desa di 5 Kabupaten Provinsi NTB
  • UNESCO & Kemendiknas – Model pendidikan berkelanjutan (Pangkalan AGSI).
  • TIFA Foundation – Pengembangan kepemimpinan muda dan gerakan warga negara.
  • CEPF – Penyusunan profil ekosistem Wallacea.
  • JICA & UI – Penelitian kemiskinan di Lombok Barat dan Mataram.
  • ICCA – Pengelolaan Laut dan Pesisir Teluk Medana, Lombok Utara
  • ACCESS-AUSAID – Penguatan sistem manajemen pengetahuan masyarakat sipil.

2. Lembaga Pemerintah Nasional

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) – Festival Rinjani, dokumentasi warisan budaya (Wariga), dan kurikulum Sekolah Adat Bayan.
  • Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) – Program PIID-PEL untuk inkubasi inovasi desa.
  • Bappenas – COREMAP-CTI ICCTF – Digitalisasi informasi ekosistem pesisir.
  • Direktorat PAUD dan DIKMAS – Pengembangan PAUD pesisir dan kewirausahaan.
  • BPTPT-PU Denpasar – Model pembangunan ramah lingkungan untuk adaptasi iklim.
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan – Program ketangguhan iklim wilayah pesisir.
  • Kementerian Koperasi dan UKM – Pelatihan usaha kecil dan tukang konstruksi.
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) – Pemetaan kawasan adat dan penguatan tata kelola masyarakat adat.
  • Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Geopark Rinjani – Pengelolaan kawasan lingkar Rinjani

3. Pemerintah Daerah

  • Provinsi NTB dan berbagai kabupaten (Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat) – Dukungan kegiatan pemetaan partisipatif, perencanaan desa, dan festival budaya.
  • Pemda Kabupaten Jembrana, Dompu, Bima, Sumba Tengah, Ternate, Morotai – Lokasi pengembangan Desa Ekologis Tangguh (DELTA-API).
  • TKPKD dan Bumdes – Penguatan kelembagaan ekonomi lokal.

4. Organisasi Masyarakat Sipil dan Jejaring

  • Koalisi CSO Sunda Kecil-Maluku (100+ organisasi) – Advokasi tata kelola SDA dan pemerintahan kepulauan.
  • Samanta Foundation – Tata kelola kawasan dan pengembangan BUMDes.
  • Kaukus 17++ – Forum penguatan komunitas nelayan dan adat.
  • Badan Registrasi Wilayah Adat – Penguatan Ruang hidup Masyarakat Adat
  • Aliansi Masyarakat Adat Nusantara – Penguatan dan Pengakuan Masyarakat Adat
  • Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif – Penguatan tata kelola ruang hidup masyarakat
  • Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya – Mitra lokal dan nasional dalam penguatan komunitas.

5. Dunia Akademik dan Pendidikan

  • Universitas Nahdlatul Ulama NTB – Kolaborasi riset, pelatihan, dan kegiatan generasi muda (Kenduri Lidi).
  • ITS Surabaya, UNISRI, Universitas Muhammadyah Mataram, Universitas 45, SMK Al Bayan, SMKN 1 Bayan, Ponpes Nurul Haramain – Kegiatan pendidikan kontekstual dan budaya, Ketahanan Pangan dan Pertanian.
  • LIPI (sekarang BRIN) – Botanical garden berbasis masyarakat.
  • AGSI (Adiwiyata Green School Indonesia) – Sekolah berkelanjutan berbasis SDGs.

6. Sektor Swasta dan Komunitas

  • United Tractors/PT. United Traktor – Dukungan logistik dan sponsor kegiatan budaya, Ketahanan Pangan dan pemuda.
  • Warung Kopi Artcoffeelago – Ruang diskusi publik dan komunitas kreatif.
  • Dompet Dhuafa, Daarut Tauhid, Telkomsel – Pengembangan gerakan filantropi.
  • Perusahaan Desa/BUMDes – Pendampingan strategi dan kapasitas usaha desa.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Santiri Foundation terus meneguhkan perannya sebagai dinamisator perubahan sosial dan lingkungan di kawasan timur Indonesia. Strategi multipihak ini terbukti memperkuat keterlibatan masyarakat, memperluas dampak program, dan memperkuat jaring pengaman sosial-ekologis di wilayah kepulauan.