Bayan, Lombok Utara — Santiri Foundation bersama Sekolah Adat Bayan, SMKN 1 Bayan, SMK Al Bayan, serta Koperasi Teknokultur IKA-ITS melakukan pendampingan kepada masyarakat adat Bayan dalam pengembangan demplot (lahan percontohan) tanaman pangan lokal di atas tanah pecatu. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal sekaligus pelestarian lingkungan.

Demplot ini dikembangkan di atas tanah pecatu, yaitu tanah adat yang secara turun-temurun digunakan sebagai sumber penghidupan pejabat adat dan untuk mendukung kebutuhan ritual masyarakat Bayan. Melalui pemanfaatan lahan ini, masyarakat tidak hanya menjaga fungsi adat, tetapi juga menghidupkan kembali potensi pangan lokal seperti sorgum, jagung, komak, serta berbagai tanaman rempah dan obat-obatan.

Kegiatan ini melibatkan komunitas adat, sekolah adat, pelajar SMK, serta pemuda Bayan sebagai bagian dari proses edukasi pangan lokal. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, Santiri Foundation juga berkolaborasi dengan berbagai mitra, antara lain komunitas literasi, pegiat budaya, Geopark Rinjani, serta komunitas Yo’ra Hero. Kolaborasi ini mencakup pengelolaan kawasan, penghijauan, serta penanaman pohon bernilai ekologis seperti sukun dan beringin di sekitar wilayah demplot dan hutan adat.

Secara teknis, lahan demplot seluas kurang lebih 2000 meter persegi ini dikelola menggunakan sistem irigasi tetes dan sprinkler berbasis Internet of Things (IoT) sebagai pengendali otomatis. Selain itu, tengah diupayakan pembangunan sumur bor melalui kerja sama dengan PT United Tractors guna menjamin ketersediaan air secara berkelanjutan.

Demplot ini juga dilengkapi dengan dua kolam bundar berdiameter tiga meter serta kandang ayam terpadu, sehingga menjadi sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman, perikanan, dan peternakan dalam satu kawasan.

Inisiatif ini diberi nama Wise & Smart Agriculture, yaitu pendekatan pertanian yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi modern. Wise agriculture menekankan nilai-nilai adat, keseimbangan alam, dan keberlanjutan sosial-budaya, sementara smart agriculture memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta ketepatan pengelolaan sumber daya.

Melalui demplot Wise & Smart Agriculture ini, Bayan diharapkan dapat menjadi model percontohan pertanian masa depan yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga berakar kuat pada budaya lokal. Sebuah bukti bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui harmoni antara adat, pendidikan, komunitas, dan inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *