Santiri Foundation adalah organisasi masyarakat sipil yang berdiri sejak tahun 2005 dan berbasis di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kami hadir sebagai bagian dari gerakan akar rumput yang berkomitmen untuk mendampingi masyarakat kepulauan dalam mewujudkan kehidupan yang berkeadilan sosial dan ekologis, serta tangguh terhadap perubahan iklim.
kerja kami tidak hanya berangkat dari teori dan kebijakan, tetapi dari proses panjang bersama masyarakat adat, petani, nelayan, perempuan, pemuda, dan pelaku lokal lainnya. Kami percaya bahwa perubahan yang sejati dimulai dari penguatan nilai lokal, pengetahuan tradisional, dan partisipasi warga yang aktif dalam menentukan arah pembangunan.
bidang kerja kami mencakup perlindungan lingkungan dan adaptasi iklim, pendidikan dan kebudayaan lokal, pengembangan ekonomi desa dan inovasi sosial, serta advokasi kebijakan berbasis komunitas. Kami menginisiasi model-model seperti Desa Ekologis Tangguh (DELTA-API), Sekolah Adat Bayan, serta forum-forum warga seperti Festival Rinjani yang menjadi ruang interaksi antara pengetahuan lokal, budaya, dan isu keberlanjutan.
kami bukanlah lembaga yang bekerja sendiri. Dalam setiap langkah, kami membangun jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Mitra kami datang dari lembaga donor internasional seperti Ford Foundation, Samdhana Institute, SEI, dari kementerian seperti Kemendikbudristek dan Kemendes PDTT, dari pemda, perguruan tinggi, komunitas lokal, hingga sektor swasta dan media komunitas.
semua kegiatan kami berakar pada keyakinan bahwa masa depan yang adil dan lestari hanya bisa dibangun jika masyarakat lokal memiliki ruang untuk menentukan sendiri cara hidup mereka—dengan martabat, kearifan, dan kekuatan kolektif. Maka, setiap program kami didesain untuk memperkuat kapasitas warga, membangun kesadaran kritis, dan menciptakan praktik hidup yang lebih selaras dengan alam dan budaya.
Santiri Foundation adalah sebuah organisasi non-pemerintah (NGO/CSO) yang berbadan hukum dan berkedudukan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Didirikan sejak tahun 2005, Santiri berfokus pada upaya pemberdayaan masyarakat kepulauan di kawasan timur Indonesia, khususnya di wilayah Bali, NTB, NTT, dan Maluku. Visi utama yang diusung Santiri adalah membangun masyarakat yang berdaulat secara sosial dan ekologis, adil, serta tangguh menghadapi perubahan iklim.
Dalam menjalankan programnya, Santiri mengembangkan berbagai pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal, budaya adat, dan pengetahuan komunitas. Kegiatan Santiri mencakup lima bidang utama, yaitu: perlindungan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim, penguatan pendidikan dan kebudayaan lokal, pemberdayaan ekonomi komunitas dan inovasi desa, advokasi tata kelola sumber daya alam berbasis masyarakat, serta pembangunan ruang-ruang kolaborasi antar generasi, khususnya melalui peran pemuda dan perempuan.
Santiri dikenal aktif menginisiasi model seperti Desa Ekologis Tangguh Adaptif Perubahan Iklim (DELTA-API), penyusunan kurikulum Sekolah Adat Bayan, serta Festival Rinjani yang menggabungkan pelestarian alam, budaya, dan ekspresi komunitas. Santiri juga terlibat dalam pemetaan wilayah adat, penguatan kapasitas kelembagaan desa, dan berbagai pelatihan pertanian organik serta sistem irigasi hemat air.
Dalam perjalanannya, Santiri menjalin kemitraan dengan berbagai pihak baik nasional maupun internasional. Mitra strategis tersebut antara lain: Samdhana Institute, Ford Foundation, Stockholm Environment Institute (SEI), UNESCO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Desa PDTT, serta pemerintah daerah dan lembaga pendidikan lokal. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama Santiri dalam membangun gerakan warga yang inklusif, tangguh, dan berbasis pada kearifan lokal.
Dengan pendekatan yang responsif dan kolaboratif, Santiri Foundation terus berkomitmen mendorong transformasi sosial dan ekologis yang berkelanjutan, memperkuat kapasitas komunitas adat, serta menghubungkan pengetahuan tradisional dengan tantangan zaman kini, khususnya dalam konteks perubahan iklim dan keberlanjutan wilayah kepulauan.