Pondok pesantren Nurul Haramain Merupakan mitra utama dari Santiri foundation, hal ini tidak saja dalam bentuk Kerjasama kegiatan tapi juga salah satu pendiri Santiri Foundation merupakan pimpinan pondok pesantren Nurul Haramain Narmada.

Santiri bekerjasama dengan pondok pesantren Nurul Haramain Narmada dalam berbagai bidangm salah satunya yaitu pembuatan masterplan dan pengelolaan lahan yang dimiliki oleh Pondok pesantren. Kerjasama ini sudah terjadi sejak lama. Pada sekitar tahun 2005 telah dibuat masterplan Kawasan pondok pesantren di wilayah  gunung jae desa Sedau, Lombok barat yaitu Kawasan Pendidikan terpadu Nurul Haramain yang dilanjutkan dengan pemetaan dan pembuatan maket Kawasan tersebut.

Ada beberapa Kawasan lahan yang dimiliki oleh pondok pesantren Nurul haramain di wilayah Lombok barat yang belum dikelola secara maksimal salah satunya yaitu di wilayah desa Cendimanik kecamatan Sekotong.

Lokasi lahan yang dikelola di desa Cendi Manik, tepatnya di wilayah Sayong, Dengan total luas lahan Kelola kurang lebih 30 Hektar dan lahan peternakan tahap awal sekitar 1,5 Hektar. yang di kelilingi oleh 4 Dusun yaitu Dusun Sayong Pendem, Sayong Apit Aik, Dusun Sayong Songkang dan Dusun Sayong Seramban.  Ke empat dusun ini merupakan wilayah pertanian yang subur karena memiliki beberapa sumber mata air. Kondisi dan karakter masyarakat di wilayah ini sangat beragam dari kalangan yang berpendidikan lebih mudah menerima apapun yang itu selama ada efek baik bagi wilayah sekitarnya dan dari kalangan yang kurang berpendidikan  memiliki karakter yang sangat emosional dan ekstrim dan itupun mereka akan bersifat seperti itu ketika tidak dilibatkan baik dirinya maupun keluarganya dan juga ada masyarakat yang apatis dengan persoalan apapun  itu karena lebih fokus pada aktivitas meraka.

berdasarkan peta BIG tahun 2016, maka lokasi lahan Pondok Pesantren Nurul Haramain berada di desa Cendi Manik dan desa Mareje. (perlu dikonfirmasi lagi)

Kondisi wilayah lebih banyak lahan perbukitan sekitar 80% dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Mayoritas lahan ditumbuhi dengan tanaman kayu dan Sebagian tanaman semak serta ditanami padi.

Bentuk pengelolaan lahan ini yaitu Sistem Pertanian Terpadu (SIPINTER) yang memadukan konsep pertanian dan peternakan sapi dalam satu Kawasan. System ini juga mendukung pengelolaan pelestarian lingkungan yang berada disekitar Kawasan.

Peternakan sapi merupakan salah satu prospek maupun peluang bisnis yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Pasalnya, kebutuhan daging sapi tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga menghasilkan omset yang luar biasa, baik satuan ekor maupun daging potong. Untuk diketahui, proses peternakan sapi baik dari hulu ke hilir menjadikan bisnis ini kian maju, sekalipun meraup keuntungan yang tinggi.

Pengelolaan lahan pertanian terpadu ini juga akan melibatkan warga yang berada di sekitar Kawasan peternakan.melalui Kerjasama pengelolaan atau kepemilikan ternak. Selain Kerjasama dengan koperasi guru pondok pesantren Nurul Haramain Narmada dan pihak pemerintah desa Cendimanik.

Pada saat ini sedang dilakukan proses pembuatan masterplan Kawasan SIPINTER oleh tim dari Santiri Foundation.

 

 

By Wawan -

Leave a Reply

Your email address will not be published.

EnglishIndonesian