Berita & Artikel

SANGKEP VIRTUAL FESTIVAL RINJANI 2020

Sangkep Virtual ini dilaksanakan sebagai upaya untuk tetap mendiskusikan keberlangsungan dalam menjaga kelestarian alam di tengah keterbatasan untuk melakukan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak pihak. Kegiatan Sangkep Virtual ini diharapkan sebagai sebuah role model dalam menjalankan kegiatan serupa dan sebagai kegiatan yang bersifat programmatik kemudian dirangkum menjadi satu kesatuan untuk direkomendasikan kepada para pengampu dan pemangku amanah di berbagai level dan sektor. Di dalamnya termasuk rekomendasi kelembagaan inklusif yang menaunginya dan kesepakatan untuk menindaklanjuti dengan menyusun dan memberlakukan Awiq awiq (Komunitas adat dan Lokal) yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (Peraturan Desa, Peraturan antar Desa Lingkar Rinjani, Peraturan Daerah Provinsi, dan/atau Peraturan Bersama antar Kepala Daerah di Lingkar Rinjani (Pulau Lombok), serta kesepakatan bersama antar Pemangku amanah Rinjani (MoU). Sehingga hasil rumusan ini menghasilkan sebuah tata kelola pengetahuan yang bisa diimplementasikan dalam kegiatan menjaga kelestarian alam dan Rinjani secara khusus.
Output dan sasaran kegiatan Sangkep Virtual adalah Kerangka kegiatan Programatik yang didukung dengan Kelembagaan yang sinergis dan transformasi distribusi Tata Kelola Pengetahuan.

Sasaran dari kegiatan ini terdiri dari 3 jangka waktu, yaitu:
1. Jangka Pendek
Jangka pendek berarti rumusan yang dihasilkan dalam sangkep virtual menjadi acuan utama dalam perencanaan kegiatan oleh OPD, organisasi dan kelompok masyarakat pada tahun 2021
2. Jangka Menengah
Jangka menengah berarti rumusan yang dihasilkan dalam sangkep virtual selaras dengan program RPJMD dari 2020 hingga 2025 serta kegiatan dan rencana strategis organisasi dan institusi yang terlibat.
3. Jangka Panjang
Jangka Panjang berarti rumusan yang dihasilkan dalam sangkep virtual menjadi pemantk untuk membuat rencana strategis dan kolaborasi jangka panjag (2025-2030)

Rangkaian Kegiatan Sangkep Virtual :
Kegiatan Sangkep Virtual terdiri dari 8 (delapan) kegiatan dengan berbagai tema yang relevan dengan situasi yang sesuai dengan kondisi saat ini. Secara detail dapat dilihat pada lampiran 1

1. Sangkep Virtual 1 (Peran Pemuda dalam Pengelolaan Saujana) Hari Pelaksanaan : Rabu, 21 Oktober 2020 Sesi Pagi
2. Sangkep Virtual 2 (Peran Perempuan dalam Pengelolaan Saujana) Hari Pelaksanaan : Rabu, 21 Oktober 2020 Sesi Siang
3. Sangkep Virtual 3 (Peran Seniman dan Budayawan dalam Pengelolaan saujana) Hari Pelaksanaan : Kamis, 22 Oktober 2020 Sesi Pagi dan Siang
4. Sangkep Virtual 4 (Revitalisasi dan Transformasi Pengetahuan Lokal) Hari Pelaksanaan : Sabtu, 24 Oktober 2020 Sesi Pagi
5. Sangkep Virtual 5 (Revitalisasi Saujana Pusaka, Arsitektur Lokal, Nusantara dan Global) Hari Pelaksanaan : Sabtu, 24 Oktober 2020 sesi Siang
6. Sangkep Virtual 6 (Implementasi Technoculture di Saujana Rinjani) Hari Pelaksanaan : Senin, 26 Oktober 2020 sesi Pagi
7. Sangkep Virtual 7 (Pengakuan Saujana) Hari Pelaksanaan : Senin, 26 Oktober 2020 Sesi Siang
8. Sangkep Virtual 8 (Menjaga Rinjani) Hari Pelaksanaan : Selasa, 27 Oktober 2020 Sesi PagI.

Narasumber dan moderator dalam acara sangkep virtual ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang mewakili wilayah barat, tengah dan Timur Indonesia.

sangkep virtual ini merupakan rangkaian dari  kegiatan sangkep 1 yang diadakan secara offline di desa Karang Bajo Kabupaten Lombok Utara dan sangkep 2 di Kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat serta sangkep netizen yang dilakukan secara online melalui akun instagram Festival Rinjani http://bit.ly/rinjanifestival

 

Pelatihan Kerja Pertukangan tahap I di Dusun Trantapan – desa Karang Bajo

Santiri, 26 April 2019.pelatihan kerja yang dilakukan oleh Konsorsium Metadaya bekerjasama dengan Bina konstruksi PUPR di Bengkel Kerja Dusun Trantapan desa karang Bajo telah dimulai sejak tanggal 22 April 2019 dan berakhir tanggal 25 April 2019. Pelatihan kerja angkatan 1 ini dilakukan di bengkel kerja pertama dari Konsorsium Metadaya yaitu di dusun Trantapan, desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dan menjadi starting point bagi pembangunan Rumah Sehat Instan berbahan dasar Kayu untuk warga terdampak gempa di Lombok. untuk tahap awal akan dikerjakan sebanyak 25 rumah untuk 2 kelompok Masyarakat di dusun Trantapan dan 38 rumah untuk 2 kelompok masyarakat di dusun Bual desa Bayan. Pelatihan ini diikuti oleh 35 tukang batu dan tukang kayu yang berada di kecamatan bayan, utamanya dari dua dusun keempat kelompok masyarakat. di hari pertama pelatihan diisi dengan pembukaan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Ibu Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. pada hari kedua pelatihan dimulai dengan materi pengenalan jenis kayu dan pengenalan gambar rumah dilanjutkan dengan pembagian kelompok berdasarkan keahlian tukang yaitu tukang kayu dan tukang batu.

pembangunan rangka rumah

Hari ke tiga pelatihan dilakukan dengan pembagian tugas yang lebih spsifik pada kelompok tukang kayu dan tukang batu. agar kerja lebih sistematis dan cepat. sampai hari ke 3 pelatihan telah dilakukan perbaikan pondasi untuk dua rumah dan pembuatan kerangka rumah.pelatihan ini dimaksudkan agar para tukang dapat terbiasa bekerja dengan tim yang besar dengan cepat sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PUPR.
pada hari keempat pembangunan rumah kayu dilanjutkan. sesuai target pelatihan ini diharapkan dapat terbangun satu rumah kayu. namun hal ini terkendala oleh keterbatasan bahan baku kayu hingga pembangunan ditunda sambil menunggu kedatangan kayu dari Kalimantan.

pembangunan pondasi rumah

selanjutnya para peserta beserta pelatih melakukan evaluasi tentang pelatihan selama 3 hari dan merencanakan tindak lanjut pembangunan serta sistem kerja dalam pembangunan rumah kayu untuk para pokmas yang telah melakukan perjanjian kerjasama dengan konsorsium Metadaya. (Wa2n)

Peluncuran Bengkel Latihan Kerja (Bale) Utama, Pelatihan Kerja Rumah Kayu dan Penanaman Pohon Bersama

santiri, 22/4/2019. Tanggal 22 April selalu diperingati sebagai Hari Bumi (Earth Day), dan diperingati secara Internasional. Hari bumi diperingati untuk meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya pelestarian lingkungan yaitu tempat tinggal kita di planet bumi ini. Dalam momentum peringatan hari bumi ini di dusun Trantapan desa Karang Bajo juga diadakan kegiatan pelatihan dan kerja / OJT (On Job Training) angkatan I tahun 2019 dan peluncuran Bengkel Latihan Kerja (Bale) Utama I yang di buka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat  Ibu Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., serta dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama. Dalam acara ini hadir pula dari Bina Kontruksi PUPR, Asisten I Lombok Utara, Camat Bayan, Perwakilan Kelompok Masyarakat serta peserta pelatihan Pertukangan dan fasilitator.

Penanaman Bibit Pohon oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara barat

Desa Karang Bajo yang terletak di Kecamatan bayan, Kabupaten Lombok utara yang merupakan salah satu wilayah terdampak gempa pada tahun 2018. Dari data terkini dampak dari gempa Lombok-Sumbawa dilihat dari bangunan rumah masyarakat secara keseluruhan berjumlah 216.519 yang terbagi menjadi tiga kategori, rusak berat berjumlah 75.138 rusak sedang berjumlah 33.075 dan rusak ringan berjumlah 108.306.  Khusus di Lombok Utara kerusakan total berjumlah 49.853 yang terbagi dalam jumlah rumah rusak berat 44.014, rusak sedang 1.758, dan rusak ringan 4.081.

NTB dalam penanganan pasca gempa sekarang sudah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dalam tahap percepatan pembangunan rumah tempat tinggal tetap atau hunian tetap (huntap) memerlukan kerjasama antara pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serta pihak-pihak lain atau swasta. Tidak sedikit permasalahan kemudian yang muncul ketika realisasi percepatan pembangunan huntap, saah satunya adalah ketersediaan tenaga atau tukang-tukang yang akan membangun hunian tetap yang diinginkan berdasarkan pilihan masyarakat. Dan juga tidak banyak tukang-tukang yang memahami teknik-teknik bagaimana membangun rumah tahan gempa yang sudah ditetapkan standarnya oleh pemerintah. Sementara selama ini pemerintah menetapkan 3 model rumah tahan gempa, diantaranya Risha (rumah instan sederhana sehat), Rika ( rumah instan kayu ) dan Riba (rumah instan baja ringan). 

Bersamaan dengan OJT angkatan I ini pula dilakukan Sarasehan / Sangkep “Mendengar Suara Bumi dan Warga (Voice of Eart, Voice of People) Untuk Percepatan dan Pertepatan Pemulihan Dampak Gempa”.

Mendengar Suara Warga

Tujuan dari kegiatan ini adalah

1)Terjadinya starting point strategi dan konsep pembangunan yang lebih memiliki perspektif kebencanaan. 2)Terjadinya dialog publik antara masyarakat, pemangku kepentingan dan pemegang kebijakan. 3)Terjadinya pusat pembelajaran dan kerja-kerja di Bengkel Latihan Kerja (Bale) Utama dalam upaya percepatan rehap rekon. 4)Tukang kayu untuk pembangunan Rika mendapatkan sertifikasi oleh pemerintah. 5)Menanam pohon sebagai upaya mewujudkan sumberdaya terbarukan bagian dari konsekwensi pembangunan RIKA. 6)Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah / sampah (plastik)

Hasil yang diharapkan

  1. Adanya starting point strategi dan konsep pembangunan yang lebih memiliki perspektif kebencanaan
  2. Adanya dialog publik antara masyarakat, pemangku kepentingan dan pemegang kebijakan
  3. Tersedianya tempat atau pusat bengkel latihan kerja utama di tingkat kecamatan
  4. Tersedianya sejumlah 35 tukang untuk pembangunan Rika yang sudah tersertifikasi di tiap kecamatan
  5. Terorganisirnya tenanga kerja / tukang-tukang untuk membangun Rika di setiap kecamatan
  6. Terbangunnya sistem kerja yang efektiv dan efisien (sistem pabrikasi) dalam membangun Rika
  7. Terbangunnya 1 unit rumah RIKA
  8. Tertanamnya 22 pohon bersama di lingkungan Pokmas
  9. Menanam pohon disebar luas di tingkat pokmas-pokmas
  10. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah / sampah (plastik)

Peserta pelatihan dan kerja pembangunan rumah jenis RIKA akan diikuti oleh peserta sebanyak 36 orang tukang kayu dan batu yang berasal dari kecamatan Bayan dan kayangan. Kegiatan  pelatihan ini diadakan selama 4 hari, mulai tanggal 22 April hingga 25 April 2019

Kegiatan ini diselenggarakan bergotongroyong bersama Konsorsium Metadaya (Santiri, Koperasi Jatiperak, Forum Wirausaha Baru, Asosiasi UKM NTB Bangkit) dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (BPBD Lombok Utara, Bappeda, Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Dan Kawasan Pemukiman dan instansi terkait lainnya), WWF-NTB, didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan, DMtK, Pemerintah Provinsi NTB, dan para pihak lainnya. (Wa2n)

Data Korban gempa Lombok 5.8 SR di Air terjun Senaru – Lombok Utara

Santiri, 17/03/2019. Nama nama korban gempa bumi tgl 17 Maret 2019 yang telah terevakuasi dari Air Terjun tiu kelep  – Senaru. masih tersisa sekitar 7 orang yang masih dilakukan evakuasi.
1. Tommy 14 thn lendang cempaka MD
2. Riska tanwir 19 thn gunung sari lecet dilengan
3. Kania pratiwi 20 thn gunung sari luka dikepala
4. Reza alfian 20 thn gunung sari luka di tangan dan dimuka.
5. Pang kim wah 56 thn malaysia luka dilengan
6. Tan cing chuan 62 thn malaysia luka di kepala lengan dan kaki
7. Wongslew tan 56 thn malaysia luka dikepala
8. Gurit antariksa 17 thn marong lombok tengah luka dibetis
9. Lalu arga dimas fernanda 18 thn marong lombok tengah luka dibetis
10. Sumawi 30thn bayan luka dikaki dan wajah
11.Teoh zheng yi 20 thn malaysia luka kaki dan tangan
12. Phua poh guax 56 thn malaysia patah kaki
13. Upik 6 thn alamat Lendang cempaka, luka kepala.
14. Koks shao 60 thn malaysia luka tangan. (red)

Update data Korban gempa Lombok 5.8 SR

Santiri, 17//2019. Pada hari Minggu tanggal 17 Maret 2019 pukul 14.10 wita telah terjadi Gempa Bumi dengan Data BMKG kekuatan 5,8 SR Lokasi 8.30 LS, 116,60 BT (24 km Timur Laut Lotim NTB) kedalaman 10 km, sbb :
1.Data Korban Meninggal : (sementara 2 orang)
2. Data Korban Luka Berat (RB)
3. Data Korban Luka Ringan

a. Kec. Pringgasela
1) Zulkifli, 28 thn, lakiDsn Aik Ngempok Desa Pengadangan Mengalami Luka di Bagian Jari Tangan Kiri dan Tangan Kanan
2) Daffa Zaen Al Faruk, 3 tahun, Laki-laki, Dsn. Aik Ngempok Desa Pengadangan, mengalami Luka ringan di Bagian Kepala Sebelah kiri

b. Kec. Sembalun
1) Edi Rustaman ,laki laki,30thn, Polri ,alamat dusun dasan tengak baret, desa Sembalun.mengalami luka di kepala sepanjang 4 cm,akibat terkena genteng rumahnya.
2) Deri,laki laki,16 tahun,pelajar,alamat dusun lendang luar desa sembalun mengalami benjolan di kepalanya akibat terkena tembok rumahnya.
3) Hamdani ,laki laki,28 tahun,Tukang,alamat Jerowaru.
4) Rendi ,laki laki,18 tahun,Pelajar,alamat dusun lendang luar desa sembalun.
5) Yogi prima mei Gandi. 24 tahun alamat dusun mentagi desa Sembqlun mengalami luka robek ditangan dan kaki akibat pecahan kaca jendela rumah.

4. data Kerusakan Rumah

a. Kec. Montong Gading 2 unit

1.An.IRJAN
2.An.MUHSIP dusun Solong utara Desa Pesangrahan

Perkembangan akan kami laporkan kembali.

Trauma Healing untuk anak anak terdampak tsunami selat sunda

Santiri, 8/1/2018. Hari ini tim global peace melakukan trauma healing di SD 2 desa Taman Jaya kampung Paniis. Sekitar 120 anak bermain bersama tim dari Global Peace Malaysia dan Indonesia. Sekolah dasar yang berada tepat di pesisir pantai ini mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami Selat Sunda tanggal 22 Desember 2018.

Kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan dari posko menuju desa Taman jaya terasa sangat jauh, ditambah pula dengan jalur jalan yang menanjak dan menurun. Namun hal ini tidak mematahkan semangat tim untuk menuju desa Taman jaya.

Setelah sekitar 2 jam perjalanan yang penuh guncangan akhirnya tim sampai di lokasi SD 2 Taman Jaya.
Sesampai di SD 2 Taman jaya, tim disambut oleh beberapa guru dan anak-anak, sebagian anak anak pulang kerumah dulu karena lapar, namun tak berapa lama mereka kembali berkumpul di sekolah. Selain bermain bersama tim Global Peace Mission, anak anak yang tinggal di sekitar sekolah dasar ini juga menggambar bersama tentang cita cita dan kondisi desanya. Sebagian rumah mereka yang berada di desa Taman Jaya juga mengalami kerusakan akibat tsunami beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan ini juga merupakan penutup dari rangkaian kegiatan kunjungan tim Global Peace di lokasi terdampak tsunami selat sunda sejak tanggal 5 – 9 januari 2019.(Wa2n)

Misi kemanusiaan untuk korban terdampak tsunami Selat Sunda

Pemberian bantuan seragam sekolah oleh ketua tim Global Peace Mission Malaysia

Santiri, 7/1/2019. Setelah menempuh perjalanan panjang disertai dengan kemacetan, akhirnya tim Global Peace Mission Malaysia dan Indonesia sampai di pos Tangkil sekitar pukul 12 malam WIB. Dari pos ini tim akan mulai bergerak untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan korban terdampak tsunami di wilayah desa Sumber jaya kecamatan Sumur, wilayah yang banyak mengalami kerusakan akibat dampak tsunami.

nTim Global Peace Mission ini dipandu oleh mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Serang yang telah terlebih dahulu menjadi relawan di lokasi terdampak tsunami di wilayah Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang.
Pada pagi hari setelah tim cukup beristirahat dilanjutkan dengan mempersiapkan logistik perpaket sebanyak 50 paket untuk dibagikan kepada warga korban terdampak tsunami di desa Sumber jaya kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang.
Selain logistik kebutuhan sehari hari, juga dibagikan seratus paket seragam sekolah dan sepatu untuk anak anak sekolah dasar di Rt 10 desa sumber jaya kecamatan Sumur. (Wa2n)

Misi Kemanusiaan Global Peace untuk korban terdampak tsunami Selat Sunda

Santiri, 5/1/2019. Hari ini tim Global peace Malaysia dan Global Peace Indonesia berangkat menuju Banten untuk melakukan misi kemanusiaan pasca tsunami.  Tim GPM yang terdiri dari 5 personil 3 orang dari media News Channel Malaysia dan tim GPI yang berjumlah 3 orang bertemu di bandar Soekarno hatta Tanggerang,  Banten untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi terdampak tsunami Selat Sunda.  Perjalanan dilanjutkan hingga kota Serang untuk belanja akomodasi dan beristirahat sambil mengatur rencana kegiatan yang akan dilakukan di lokasi terdampak tsunami. 
Beberapa lokasi terdampak tsunami yang rencananya akan dikunjungi yaitu di ujung jaya,  paniis dan wilayah sekitarnya yang sekiranya belum mendapatkan bantuan dibantu oleh mahasiswa UIN Serang yang telah lebih dulu berada di lokasi. (Wa2n)