TENTANG YO'RA HERO

Gunung Rinjani adalah Pusaka Alam yang dianugrahkan oleh Sang Maha Pencipta di bumi Nusatara.
Manusia lereng gunung dan yang berpatok pada gunung Rinjani secara genuine telah mengembangkan
adabnya. Karya budayanya. Maka Rinjani dan lingkar pengaruhnya terbangun menjadi saujana pusaka
yang luar biasa, baik pusaka ragawi atau bendawi (tangible) maupun nir-ragawi atau takbendawi
(intangible).

Gunung Rinjani beserta keanekragaman hayati dan ragam unsur budaya – termasuk ritus dan situs
serta adat-istiadat – yang dimiliki oleh masyarakat di sekitar lereng Gunung Rinjani memiliki daya tarik
khas yang berpotensi besar sebagai saujana belajar—sekolah budaya semesta— yang sarat nilai nilai
dan ilmu pengetahuan tentang daur hidup yang berkelanjutan sebagaimana yang dicanangkan dalam
gerak bersama masyarakat dunia : SDGs.

Olah kreatif dalam pengelolaanya dapat menjungkit bukan saja produktivitas dan pola konsumsi yang
bijak. Tetapi juga bisa menjadikannya sebagai sumber inspirasi industri kreatif dan ajang wisata
pusaka alam dan budaya serta saujana pusaka yang berkelanjutan. Sertamerta dengan itu juga
menjadi ajang kesaling belajaran yang empatik antara warga setempat dengan para tetamu yang
berkunjung. Berbagai seni-budaya atraktif dan ekonomi atau industry kreatif juga bisa dikembangkan
oleh jiwa jiwa merdeka dan tangan tangan kalangan muda dan milenial yang terterampilkan. Ini akan
memberikan sumbangsih bagi alam rinjani dan perdesaan di lingkar pengaruhnya secara produktif, adil
dan lestari.

Membersemaikan keberdayaan kaum muda-milenial termasuk mereka yang berkebutuhan atau
berkemampuan khusus adalah satu hal terpenting untuk terus digiatkan secara ajeg dan kreatif. Hal ini
mengingat bahwa kau milenial ini sesungguhnya adalah penerus, pencetus dan pemilik sah saujana
Rinjani. Dan mereka yang jumlahnya lebih dari 60 % ini bisa menjadi bonus demografi sebagaimana
yang diimpikan jika memiliki kualitas yang mumpuni. Sebaliknya, bisa menjadi beban dan sampah
demografi jika terbiarkan.

Karena itu pada Festival Rinjani IV ini, membersemaikan keberdayaan kalangan muda dan milenial
saujana lingkar Rinjani dan / atau saujana perdesaan menjadi salah satu agenda yang akan digelar.
Dalam konteks ini, pemuda yang dimaksud adalah mereka yang berusia mulai 16 hingga 25 tahun,
baik yang di persekolahan (SMA dan yang sederajat) maupun di perdesaan. Pemberdayaan dilakukan
dengan upaya pelibatan secara aktif dan peningkatan kapabilitasnya sesuai dengan talenta yang dimiliki dan atau aktivitas produktif yang sudah dilakukan. Interelasi-interkoneksi diantara mereka juga akan dirancangbangun secara sistemik, melembaga dan berkelanjutan.

Dengan demikian, ada dua kegiatan utama yang akan dihelat berkait dengan pemuda ini pada Festival
Rinjani IV, yakni Yora Hero (Youth Research Appraisal for Heritage-Education-Art & Cultural Tourism
Opportunity) untuk pemuda persekolahan setingkat SMA dan yang sederajat, dan Perawisada
(Penggerak Wisata Saujana Perdesaan) untuk Pemuda Desa secara umum.

Yora Hero bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman tentang saujana pusaka dan
pusaka saujana yang dimiliki saujana Rinjani dan atau perdesaan lingkar Rinjani. Peningkatan ini
dilakukan melalui penjaringan, lokalatih, napak tilas, pendokumentasian dan pemublikasian saujana
berbasis empat talenta. Talenta yang dimaksud adalah narasi (menulis), fotografi, videografi dan
skestagrafi baik dalam satu kesatuan maupun sendiri sendiri.

Sedangkan Perawisada dimaksudkan untuk meningkatkan kapabilitas terkait dengan pengelolaan
wisata saujana desa atau perdesaan. Bagaimana Pemuda Desa lebih memahami, memakmai,
mengolah dan mengelola potensi yang dimiliki desa untuk destinas wisata tanpa meninggalkan potensi
utama, misalnya sebagai petani atau nelayan.

Melalui ini pemuda diharapkan mengerti dan memahami makna dan nilai dari unsur budaya lokal yang
terdapat di daerahnya sendiri sehingga mampu mem-publish, mempromosikan, mengenalkannya pada
dunia luar. Pembinaan pemuda juga mengarah pada bidang teknologi informasi (IT) sebagai salah satu
strategi menjawab tantangan global di era industri 4.0.


Ikhwal kegiatan Yora Hero, selain dimaksudkan untuk membersemaikan keberdayan kalangan milenial
sekolahan melalui penyaluran, peningkatan kapabilitas bakat dan hasil kerja dan karya dokumentasi
jurnalismenya juga dihajadkan untuk mendukung proses Merdeka belajar baik di masa covid maupun
pada masa normal baru.


Hasil telaah dan pedokumentasian yang dilakukan oleh peserta melalui talen menulis, foto grafi, sketsa
dan videografi, utamanya yang terpilih sebagai 10 besar perktagorinya diharapkan dapat dipergunakan
sebagai bahan memaca (literasi) di sekolah sekolah baik sebagai suplemen maupun sisipan proses
belajar bengajar di sekolah masing masing maupun lintas sekolah.

Melalui berbagai media yang digarap dan ditingkatkan kualitasya tersebut diharapkan publikasi dan
promosi destinasi wisata budaya dan pusaka yang berkelanjutan juga dapat dipublikasikan dan
dipromosikan. Melalui itu dan Dawai (Duta Milenial Wisata Pusaka Indonesia) yang dipilih dari 10 besar
yang telah ditentukan, wisatawan milenial bersegmen edukasi dan kebudayaan dapat dijaring dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara. Sedemikian rupa sehingga terjadi saling dan
silang pembelajaran bersama.

 

 

EnglishIndonesian