FESTIVAL RINJANI IV

Kegiatan Festival Rinjani (IV) ini dimaksudkan untuk memantik pengembangan Peradaban Nusantara yang Berkebhinnekaan dan berdaya lenting melalui serangkaian kegiatan yang bersifat rekreatif, edukatif dan atraktif, dan menyesuaikan dengan adanya pandemic COVID-19. Kegiatan diawali dengan melakukan pelacakan (pemetaan) dan mengumpulkan kembali puing-puing Kebudayaan yang rusak dan terserak akibat bencana alam maupun sosial. Yang dalam hal ini, berupa gempa bumi dan Pandemic COVID-19.
Melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan, diharapkan festival ini akan menjadi salah satu lokomotif penggerak kebudayaan nusantara yang ber-ke-Bhineka-an dan memantik pengembangan pariwisata dan industry kreatif serta kegiatan produktif lainnya yang ramah lingkungan. Festival ini di selenggarakan dengan memadukan kegiatan konvensional (on field) yang menggunakan Protap COVID-19 menuju New Normal dengan kegiatan berbasis media dan teknologi virtual.

Bersamaan dengan itu dan/atau sebelum puncak kegiatan festival, berbagai kegiatan pendukung (shadow activities) juga diselenggarakan secara partisipatif dan kolaboratif. Berbagai kegiatan pendukung yang dimaksudkan adalah sejumlah kegiatan kepariwisataan dan industri kreatif serta kegiatan produktif lainnya yang dapat memicu dan memantik pengembangan kewirausahan baru dan I/UKM. Kegiatan yang dilakukan dihajatkan juga untuk menggerakkan kalangan muda (millennial), seniman dan budayawan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta kalangan masyarakat dan komunitas. Bersamaan dengan itu, festival yang dilakukan diharapkan bisa mendorong berbagai inovasi desa dan ekonomi local. Para pemangku amanah dan pengampuh kegiatan diharapkan mulai bisa beradaptasi kembali dengan kondisi kebencanaan (Gempa Bumi, COVID-19) dan dapat mulai beraktivitas dan/atau berproduksi/berkarya kembali di bidang masing masing.Rangkaian kegiatan pada festival yang dilakukan merupakan bagian-bagian yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. 

Kegiatan dimulai dengan melakukan persiapan social dan teknis yang terdiri dari Kampanye dan Pengorganisasian, Visioning dan Kolaborasi Fungsional, dan Penguatan Dapur Kreatif sebagai Virtual hub. Kegiatan selanjutnya adalah menyelenggarakan berbagai kompetisi dalam satu kesatuan bagi kalangan muda dan pelajar SMA dan yang sederajat yaitu “Yora Hero competition ”. Selain itu, akan dilakukan Pemasaran Produk Poroq-poroq melalui Tenten virtual yang diawali dengan melakukan berbagai lacak jejak khususnya bagi warga yang diidentifikasi telah melakukan kegiatan produktif pasca gempa bumi dan/atau di masa Pandemic COVID-19. Hasil pelacakan jejak kemudian dilanjutkan dengan memasarkan hasil produksi mereka secara virtual dengan konsep pasar tradisional di Lombok (Tenten). Untuk memperoleh kualitas produk yang paripurna dan layak pasar. Sebelumnya para pegiat ekonomi poroq-poroq ini bersama dengan kalangan muda yang terpilih dalam kompetisi Yo’ra Hero akan dilatih dan dikembangkan kapabilitasnya serta ditingkatkan kualitas produksinya, termasuk pengemasan dan pemasaran.


Festival ini juga akan menyelenggarakan Sangkep Beleq Palagan Hati sebagai bagian dari kegiatan pendukung dalam rangka pelestarian hutan dan air lingkar rinjani. Kegiatan akan dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama dan adat melalui Sangkep secara virtual dan jika memungkinkan juga dilakukan on field sangkep dengan Protap COVID-19. Kegiatan ini dimaksudkan juga sebagi kontribusi terhadap upaya membumikan deklarasi palagan hati.
Sebagai upaya pendokumentasian kegiatan dilapangan sebelum dan selama proses menuju festival, dilakukan melalui berbagai aktivitas yang akan menghasilkan dokumentasi dalam bentuk Penulisan (buku) dan audiovisualisasi (videografi, fotografi, sketsa) yang bersifat populer. Baik yang dilakukan melalui proses lokakarya maupun hasil peningkatan kapasitas karya-karya kompetisi. Berbagai hasil dari kegiatan sebelumnya akan ditampilkan selama acara pekan festival yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian Festival Rinjani ini. Penampilan hasil karya ini dilakukan secara virtual maupun di Taman Budaya dengan Protap COVID-19. Berbagai perlengkapan dan asupan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan diupayakan dapat dibeli atau disewa dari industri rumah tangga dan komunitas.


Sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Festival adalah penyelenggaraan “Penyoyan”. Kegiatan diawali dengan Pembukaan oleh Dirjen Kebudayaan yang dilanjutkan dengan Penanaman Pohon langka bersama serta pembukaan pameran karya dan ide. Penanaman pohon langka dilakukan untuk keberlangsungan kebutuhan dimasa yang akan datang (arsitektur, tapal batas, kedaulatan pangan, kedaulatan wilayah, obat-obatan local, kuliner local). Sebelum itu, dilakukan kegiatan-kegiatan untuk persiapan penanaman maupun pameran antaralain pembibitan pohon langka, mencari-temukan karya-karya dan ide yang layak tampil dari berbagai kalangan baik local, nasional, maupun global. Selama pekan tersebut kegiatan akan diselingi oleh Virtual Art Performance dan hiburan lainnya yang diakhiri dengan kegiatan Peluncuran Karya/produk terpilih, Peluncuran Sembeq Digital, Deklarasi Rinjani dan penutupan oleh Gubernur NTB.


Pada Festival Rinjani I hingga III kegiatan dilakukan diberbagai lokus lingkar rinjani dan Mataram dalam waktu satu minggu efektif. Karena keterbatasan dan kondisi, Festival kali ini akan difokuskan kegiatannya di Lombok Utara dan Mataram. Untuk di Mataram akan dikonsentrasikan di Taman Budaya dan di Artcoffelago sebagi hub, command center dan co-working space. Sementara di Lombok Utara, lebih banyak kegiatan dilakukan di lokasi masyarakat adat/lokal. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk dilaksanakan pada bulan Juli-November 2020.

EnglishIndonesian