Dialog Daring Peran Sekolah dan Pelajar SMA dalam Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata Pusaka Saujana

santiri, 19 Juni 2020. YO‟RA HERO dalam bahasa gaul berarti “kamu adalah pahlawan” dalam Bahasa yang lebih serius adalah kepanjangan dari Youth Research Appraisal for Heritage Tourism Opportunity (Riset Penilaian Pemuda untuk Kesempatan Wisata Warisan Budaya). Sekolah lapangan atau merdeka belajar terfokus untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan prilaku atau sifat (attitude) dalam satu kesatauan Pengalaman Berkemampuan.
Kegiatan YO‟RA HERO dilakukan melalui sebuah ajang belajar bersama secara semi klasikal dan praktik lapangan. Kegiatan yang pertama dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (mewakili Bupati yang berhalangan dikarenakan sakit, Ketika itu) telah dilakukan pada 10 Nopember 2019. Selanjutnya peserta dibagi menjadi Tim kecil untuk melakukan pembelajaran di lapangan (learning to know, learning how to do, dan learning to be) selama kurang lebih 3 bulan. Karena berbagai hal dan utamanya Covid 19, kegiatan lapangan tidak berjalan mulus dan baru bisa dituntaskan pada Juni 2020. Namun demikian, kegiatan ini telah mendapatkan apresiasi dari Dirjen Kebudayaan-Kemendikbud pada awal bulan Februari yang lalu, dan Beliau mengharapkan agar kegiatan berkebudayaan yang melibatkan pemuda atau pelajar semacam ini dapat terus dilanjutkan.
Terkait dengan hal tersebut, maka pada tanggal 17 Juni 2020 diadakan kegiatan dialog daring dan pemberian apresiasi serta merancang keberlanjutan Yo’ra Hero dalam satu rangkaian yang berkesesuaian dengan kondisi saat ini (COVID 19). kegiatan dialog ini dapat berlangsung atas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dengan falilitas virtual meeting dari BAPPEDA Lombok Utara.
Tujuan dari dialog ini agar terciptanya Merdeka Belajar Terfokus (YO’RA HERO) dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi Pemuda/Pelajar setingkat SMA untuk meningkatkan talenta dan pengetahuannya di bidang kebudayaan, khususnya terkait dengan Pusaka Saujana.

Bupati Lombok Utara
DR.H. Najmul Akhyar, SH, MH

Bupati Lombok Utara DR.H. Najmul Akhyar, SH, MH dalam diskusi ini menjadi keynote speaker yang sangat mendukung kegiatan diskusi dan Yo’ra Hero sebagai ajang pengenalan budaya kepada para pemuda khususnya di Lombok Utara. Pembicara lainnya yaitu Sjamsul Hadi, SH, MM Direktur Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Direktorat Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Dewi Hutabarat wakil ketua Deputi Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Indonesia, Ery Damayanti wakil presiden Kaoem Telapak, Laretna T. Adhisakti Anggota Dewan Pimpinan BPPI dan Pengajar UGM, Gendewa Tunas Rancak Dekan Fakultas Teknik Universitas Nahdatul Ulama NTB. Dialog ini dikuti oleh sejumlah staf SKPD Lombok utara, Kepala sekolah SMA di Lombok Utara dan sejumlah siwa SMA. Total Peserta yang tergabung dalam dialog daring ini berjumlah 51 orang. selain melalui media ZOOM, dialog ini juga dapat diikuti langsung melalui streaming di media sosial Instagram dan facebook.
dialog yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam menghasilkan beberapa kesepakatan dari pembicara dan peserta yaitu untuk terus mendukung kegiatan Yo’ra Hero pada tahun berikutnya. karena kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat untuk kaum muda dalam mengenal sejarah budaya.
Selain berdialog bapak bupati juga berkesempatan mengumumkan pemenang lomba karya Yo’ra Hero yang telah dilaksanakan pada akhir tahun 2019. (Wa2n)