Data Korban gempa Lombok 5.8 SR di Air terjun Senaru – Lombok Utara

Santiri, 17/03/2019. Nama nama korban gempa bumi tgl 17 Maret 2019 yang telah terevakuasi dari Air Terjun tiu kelep  – Senaru. masih tersisa sekitar 7 orang yang masih dilakukan evakuasi.
1. Tommy 14 thn lendang cempaka MD
2. Riska tanwir 19 thn gunung sari lecet dilengan
3. Kania pratiwi 20 thn gunung sari luka dikepala
4. Reza alfian 20 thn gunung sari luka di tangan dan dimuka.
5. Pang kim wah 56 thn malaysia luka dilengan
6. Tan cing chuan 62 thn malaysia luka di kepala lengan dan kaki
7. Wongslew tan 56 thn malaysia luka dikepala
8. Gurit antariksa 17 thn marong lombok tengah luka dibetis
9. Lalu arga dimas fernanda 18 thn marong lombok tengah luka dibetis
10. Sumawi 30thn bayan luka dikaki dan wajah
11.Teoh zheng yi 20 thn malaysia luka kaki dan tangan
12. Phua poh guax 56 thn malaysia patah kaki
13. Upik 6 thn alamat Lendang cempaka, luka kepala.
14. Koks shao 60 thn malaysia luka tangan. (red)

Update data Korban gempa Lombok 5.8 SR

Santiri, 17//2019. Pada hari Minggu tanggal 17 Maret 2019 pukul 14.10 wita telah terjadi Gempa Bumi dengan Data BMKG kekuatan 5,8 SR Lokasi 8.30 LS, 116,60 BT (24 km Timur Laut Lotim NTB) kedalaman 10 km, sbb :
1.Data Korban Meninggal : (sementara 2 orang)
2. Data Korban Luka Berat (RB)
3. Data Korban Luka Ringan

a. Kec. Pringgasela
1) Zulkifli, 28 thn, lakiDsn Aik Ngempok Desa Pengadangan Mengalami Luka di Bagian Jari Tangan Kiri dan Tangan Kanan
2) Daffa Zaen Al Faruk, 3 tahun, Laki-laki, Dsn. Aik Ngempok Desa Pengadangan, mengalami Luka ringan di Bagian Kepala Sebelah kiri

b. Kec. Sembalun
1) Edi Rustaman ,laki laki,30thn, Polri ,alamat dusun dasan tengak baret, desa Sembalun.mengalami luka di kepala sepanjang 4 cm,akibat terkena genteng rumahnya.
2) Deri,laki laki,16 tahun,pelajar,alamat dusun lendang luar desa sembalun mengalami benjolan di kepalanya akibat terkena tembok rumahnya.
3) Hamdani ,laki laki,28 tahun,Tukang,alamat Jerowaru.
4) Rendi ,laki laki,18 tahun,Pelajar,alamat dusun lendang luar desa sembalun.
5) Yogi prima mei Gandi. 24 tahun alamat dusun mentagi desa Sembqlun mengalami luka robek ditangan dan kaki akibat pecahan kaca jendela rumah.

4. data Kerusakan Rumah

a. Kec. Montong Gading 2 unit

1.An.IRJAN
2.An.MUHSIP dusun Solong utara Desa Pesangrahan

Perkembangan akan kami laporkan kembali.

Percepatan Pembangunan Hunian Tetap Paska Gempa Lombok

Santiri, 13/03/2019. Gempa yang terjadi di Lombok dan sumbawa sejak tanggal 29 Juli 2018 sampai dengan sekarang telah membuat kerugian dan dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat sebagian besar di Lombok.  Gempa yang bertubi-tubi dengan sekala besar dan sedang juga memporak porandakan banyak bangunan, terutama di kabupaten Lombok Utara. Pasca gempa yang menimpa Lombok Utara, pemerintah telah merekomendasikan beberapa jenis bangunan rumah yang tahan gempa, yaitu RISHA, RIKO, dan RIKA. RISHA adalah jenis bangunan yang menggunakan bahan beton (panel) yang bisa dibongkar pasang. Jenis rumah RIKO adalah bentuk konvensional. Bangunan jenis RIKA adalah rumah yang banyak menggunakan bahan kayu.

Bangunan rumah yang harus dibuat oleh Masyarakat adalah dari jenis pilihan tersebut, karena sudah masuk kategori tahan gempa, sehingga alokasi anggaran Rp. 50.000.000,- untuk yang rusak berat bisa diterima oleh Masyarakat. Anggaran tersebut memang sudah ditentukan oleh pemerintah, dimana yang rusak berat Rp. 50.000.000, rusak sedang Rp. 25.000.000, dan yang rusak ringan sebesar Rp. 10.000.000.

Melihat bukti ketahanan rumah tradisional yang ada di Masyarakat Adat Bayan dari gempa yang terjadi selama ini menyebabkan banyak Masyarakat lebih memilih jenis rumah kayu (RIKA) dengan konstruksi lokal tersebut. Meyakinkan banyak pihak tentang bentuk bangunan tersebut tentu membutuhkan desain yang baik, walaupun secara tidak langsung jenis rumah ini memang diyakini semua pihak tahan gempa.

Kehadiran Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) lewat Program Peduli bekerjasama dengan Yayasan Satunama Yogyakarta dan juga Santiri Foundation, termasuk dengan Sekolah Adat Bayan (SAB), serta Majelis Pengemban Adat Bayan (Mapan) akan membantu untuk membuat design 4 rumah lokal yang ada di Bayan. Kegiatan tahap pertama yang dilaksanakan adalah untuk desain Rumah Adat yang ada di Desa Sukadana, Kampung Sembageq (Bale Balaq Sembageq).

Desain yang akan dihasilkan tidak hanya menyangkut gambar rumah yang dibuat, tetapi juga mengakomodir beberapa nilai yang ada dalam bangunan tersebut. Beberapa yang akan dimasukan dalam penyusunan desainnya adalah jenis kayu yang akan digunakan (terdapat jenis kayu yang boleh dan juga yang tidak boleh digunakan, bahkan termasuk sumber kayunya), ukuran rumah (sesuai sama aturan adat), hadap rumah, bahkan rumah sebagai bagian dalam ritual adat yang dilaksanakan.

Pertemuan pertama untuk membahas desain Bale Balaq Sembageq yang ada di Kampung Adat Sembageq, Desa Persiapan Baturakit (Desa Sukadana), Kecamatan Bayan, dengan menghadirkan Tokoh Adat dan pekerja bangunan yang faham tentang rumah tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Desember 2018. Diskusi penggalian informasi oleh Pak Tjatur Kukuh (Arsitek dari Santiri Foundation) dari informasi warga yang hadir dilakukan di salah satu berugaq warga Sembageq. Peserta yang hadir sekitar 15 Orang dari perwakilan Senaru 1 orang, Karang Bajo 1 Orang, Sesait 2 Orang, dan dari Masyarakat Setempat 10 Orang.

Perumahan Tradisional di Senaru

Untuk membuat desain rumah utuh diperkirakan membutuhkan waktu pertemuan sebanyak 2 kali, pertama penggalian informasi secara utuh, dan yang kedua adalah revisi (jika ada kekurangan atau kekeliruan). Proses pembuatan desain awal dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu, sehingga pertemuan berikutnya akan dilaksanakan pada minggu ke-3 Desember 2018. Akhir Desember 2018 kemungkinan untuk design Bale Balaq Sembage sudah jadi secara utuh.

Hasil Desain Arsitektur lokal ini akan diajukan ke Pemerintah Daerah Lombok Utara, khususnya pada Bagian Perumahan Rakyat sebagai salah satu pilihan Rumah Tahan Gempa bagi Masyarakat yang memang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat. Tujuan lainnya adalah untuk bahan pembelajaran bagi peserta didik yang ada di Sekolah Adat Bayan. Bahkan hasil ini juga bisa difungsikan sebagai referensi untuk para peneliti tentang arsitektur lokal yang ada di Masyarakat Adat Bayan yang memang tahan terhadap kondidi alam yang rawan gempa bumi.

Bale Jajar yang merupakan kategori Rumah Kayu (RIKA) yang akan menjadi pilihan untuk  4 kelompok masyarakat korban gempa yang ada di Dusun Baturakit akan dijadikan sebagai contoh bagi Pokmas lainnya yang ada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Santiri Foundation dan Somasi NTB akan ikut mengawal untuk mempercepat proses ini ditingkat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara, sehingga percepatan pembangunan untuk warga korban gempa di Lombok Utara bisa terlaksana.

Hasil dari diskusi ini akan ada 2 desain digital aristektur Bale Jajar yaitu, bentuk asli dan moodifikasi (ReDesain). Sekolah Adat Bayan yang memang terlibat sejak awal untuk mendampingi Masyarakat Adat Bayan dalam penyusunan Desain arsitektur lokal akan menjadikan sumber pembelajaran untuk generasi kedepan dari hasil yang telah dicapai (Desain asli), sehingga kedepan generasi penerus tahu tentang ilmu para orang tua yang sangat sesuai dengan kondisi alam yang ada di Lombok.

Kayu yang digunakan oleh para orang tua dalam membangun rumah menjadi pembicaraan yang membuat para peserta (khususnya warga setempat) menjadi berfikir keras, dimana beberapa jenis kayu yang digunakan seperti Busur, kates, lengkukun, kelanjuh sudah langka. Disaat itulah dirasakan bahwa kita sudah banyak kehilangan kekayaan yang kita miliki.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat rumah sangat erat dengan segala nilai yang ada di Masyarakat Adat Bayan, tetapi karena pihak pemerintah yang khusus menyediakan bibit kayu justru tidak banyak yang mengajak masyarakat untuk menanam jenis kayu tersebut, tetapi lebih banyak jenis kayu seperti sengon, mahuni, jati, dimana jenis tersebut merupakan jenis kayu yang ada didaerah lain, dan belum tentu sesuai dengan nilai-nilai lokal yang ada di Masyarakat Adat Bayan.

Memang hampir semua ilmu lokal yang ada di Masyarakat yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah selalu memiliki hubungan yang erat dengan alam, sesama, dan juga kayakinan religi (ketuhanan), begitu juga dengan Masyarakat Adat Wetu Telu yang ada di Bayan – Lombok Utara. Rumah sebagai tempat tinggal di Design sedemikian rupa yang difungsikan sebagai tempat tinggal, tempat untuk melaksanakan ritual, dan juga menjaga nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat.

Bale Jajar merupakan Desain terbaru Masyarakat Adat Bayan, dimana bentuk rumah ini sudah memilki kamar sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Tiang yang digunakan dalam membaut bale jajar ada yang 9 dan 12 tiang. Besar rumah diantara 35 meter persegi sampai 40 Meter persegi. Pada bagian depan rumah terdapat juga teras, yang biasa digunakan sebagai teempat untuk berdiskusi, jika diberugak tidak cukup tempat.

Anggaran 50 juta untuk bantuan korban gempa yang kategori rumahnya rusak berat menjadi anggaran yang akan digunakan oleh masyarakat.  Sementara saat ini Masyarakat merasakan aturan yang ada untuk mendapatkan anggaran tersebut sangat rumit, sehingga peran Santiri Foundation, Somasi NTB, Sekolah Adat Bayan (SAB), dan Majelis Pengemban Adat Bayan sangat penting dalam melakukan pendampingan dan juga koordinasi dengan pihak terkait, yaitu BPBD, PUPR, Pendamping, dan Pemerintah tingkat bawah yaitu desa.

Harapannya, jika 4 kelompok masyarakat ini bisa terselesaikan sesuai target dan harapan, maka kedepan untuk pokmas-pokmas yang lain bisa lebih mudah dalam proses pembangunan dengan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat.

Desain rumah lokal yang dikembangkan ini akan menjadikan Lombok Utara daerah yang memilki keunikan dan khas tersendiri, arsitektur dengan nilai-nilai lokal akan memberikan kesan kepada generasi penerus betapa hebatnya ilmu yang dimiliki orang tua terdahulu. Rumah yang dibangun teruji dan dapat mengakomodir berbagai sisi tentang kehidupan yang berjalan di Masyarakat.

Semoga kegiatan yang dilakukan oleh Santiri Foundation dan Somasi NTB bersama NGO lainnya bisa memberikan kemudahan kepada korban gempa yang ada di Kabupaten Lombok Utara, sehingga Masyarakat bisa membangun rumah mereka sesuai keinginan, dan juga mampu memberikan identitas kepada Masyarakat Lombok Utara yang masih memiliki ilmu local yang adaptif terhadap kondisi alam. (red)


SISTER CITY,  INDONESIA-MALAYSIA

SISTER CITY, INDONESIA-MALAYSIA

Santiri, 19 Desember 2018.
Kabupaten Lombok Utara dipilih sebagai salah satu dari 2 kabupaten di Provinsi NTB dalam program G2G (government to government) Sister City. Proses penentuan ini tidak mudah dan tidak sebentar, beberapa pendekatan dan penjajakan dilakukan. Mulai dari menggodok konsep, keterlibatan dalam diskusi-diskusi, penentuan programatik, hingga pada realisasi dan implementasi. Santiri terlibat dari awal karena menjadi host dari awal proses bersama dengan tim Think-Tank Malaysia. Oleh karenanya, Santiri juga melakukan intervensi dan internalisasi program yg bisa meningkatkan dan memperluas manfaat yang diterima oleh warga, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

Pada realisasi awal, tim provinsi dan Kabupaten terpilih melawat ke Kuala Lumpur dan Selangor sebagai tindak lanjut dari kerjasama yang dilakukan. Kunjungan ini pun dibalas oleh beberapa delegasi Malaysia yang melakukan kunjungan balasan ke NTB dan Kabupaten Lombok utara.

Sejak tanggal 18 sampai dengan 19 Desember 2018 beberapa delegasi yang terdiri dari budayawan, perwakilan pemerintahan dan pengusaha dari Selangor, Kuala Lumpur Malaysia berkunjung ke kabupaten Lombok Utara. Delegasi malaysia khususnya bertolak ke gili Trawangan untuk melakukan diskusi, share dan transfer of knowledge di bidang kebudayaan. Selanjutnya, delegasi menuju pantai Impos di desa Medana serta melakukan penanaman mangrove di penebaran benih ikan nila di rawa pasang surut yang berada di antara dusun Jambianom dan dusun Karang Anyar, desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Rombongan yang datang berjumlah kurang lebih 115 orang ini juga diikuti oleh beberapa media masa dari Malaysia dan pengusaha travel. Harapannya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan kerjasama antar negara. Utamanya, mampu mempercepat pemulihan ekonomi warga pasca bencana gempa melalui sinergi programatik yang telah dirancang dalam kerjasama multigovernment dan multiskateholder tersebut. (Denar)

Pelatihan UKM dan Pertukangan Lombok Utara

Pelatihan UKM dan Pertukangan Lombok Utara

Proses Pembuatan Rumah Baja ringan dan dan rumah kayu di sekolah Lapang dan Laboratorium Wirabaru desa Santong kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara

Santiri/9 Desember 2018 .  Sejak tanggal 3 hingga 8 Desember 2018,  Santiri Foundation bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Utara dan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat melakukan pelatihan Ketrampilan kelembagaan dan pertukangan untuk para UKM dan Tukang  yang terdampak gempa di kawasan Lombok Utara.  Kegiatan ini dilaksanakan di Gondang Beach Hotel dan sekolah lapang (Sekollab) wirabaru di desa Sekotong. Dalam kegiatan ini diikuti oleh Sekitar  55 orang peserta dari perwakilan UKM, Koperasi dan sekitar 250 tukang dari 5 kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, selain itu dalam kegiatan ini diikuti oleh 18 orang yang mengikuti pelatihan desain instalasi baja ringan. 
Dalam kegiatan ini peserta dibagi kelompok sesuai dengan bidangnya masing masing.  Untuk peserta yang mewakili bidang UKM,  Koperasi dan wirausaha baru dilakukan sejak tanggal 3-8 Desember 2018, untuk desain instalasi baja ringan dilakukan  pada tanggal 5-6 Desember 2018 di Gondang Beach hotel, sedangkan untuk keahlian pertukangan dilakukan pada tanggal 6-8 Desember 2018  di Sekollab desa Santong. Dalam kegiatan pertukangan ini dibagi dalam 3 kelompok,  yaitu kelompok tukang kayu,  kelompok tukang  rumah Risha,  dan kelompok tukang baja ringan.
Pelatihan ini diharapkan akan membantu percepatan proses pembangunan rumah korban terdampak gempa di wilayah Lombok Utara khususnya dan wilayah Lombok pada umumnya.
Hasil dari kegiatan ini  adalah :
1. Minimal 250 tukang dan diantaranya sekitar 15 Mandor meningkat kapabilitasnya dan bergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja dan jasa pembangunan yang dirintis.
2. Minimal 40 %  diantaranya berpotensi menjadi Wirausaha Baru yang profesional, inklusif dan peduli lingkungan, dan bergabung dalam Forum Wira Baru.
3. 16 UKM lintas wilayah dan lintas kegiatan meningkat kapabilitasnya dan bergabung dalam Asosiasi UKM untuk NTB Bangkit
4. Terbentuk dan berfungsinya Konsorsium ‘Tridaya” (multipihak) sebagai aplikator untuk percepatan pembangunan rumah tetap di khususnya KLU
5. Sekolah lapangan dan laboratorium (Sekollab) berfungsi sebagai Pusat Inkubasi Wirausaha dan UKM. (Wa2n)

Bapak Nana selaku praktisi wirausaha dari Bandung sedang membagi pengalamannya sebagai pengusaha

Festival PAUD dan Dikmas Kepulauan

Festival PAUD dan Dikmas Kepulauan

Santiri/29-11-2018. Festival PAUD dan Dikmas kepulauan diselenggarakan pada tanggal 27 – 29 November 2018.  Dalam kegiatan ini diikuti oleh Sekitar 120 Peserta dari pulau Lombok dan Sumbawa.
Hari pertama kegiatan diadakan lomba Alat Peraga Edukasi (APE) *dan lomba mewarnai.  Juga ada diskusi best practice pendidikan kepulauan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat kurikulum yang sedang berjalan dan terobosan dari pengajar yang ada di kepulauan.

Selanjutnya acara workshop  yang dilaksanakan di sekolah  lapang dan laboratorium (Skollab) desa santong kecamatan Kayangan kabupaten Lombok Utara,  dihadiri oleh Dirjen PAUd dan Dikmas,  Kabid  PAUD, Bidang Litbang Bappeda NTB dan peserta festival Paud dan Dikmas.  Dalam acara ini Bapak Dirjen dan seluruh peserta diajak berkeliling lokasi sekolah lapang wirabaru sambil mendengarkan keterangan tentang Skollab dan menikmati hasil kebun dengan teknologi emiter di Skollab.

Acara workshop diisi dengan perkenalan tentang wirabaru,  diskusi dan pembagian hadiah juara lomba APE serta paket permainan edukatif untuk PAUD di kawasan desa Santong kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Hasil dari diskusi di workshop ini akan dirumuskan kembali pada tanggal 29 November 2018 di BPPAUD Mataram. (Wa2n

Pra Festival PAUD dan Dikmas Kepulauan

Pra Festival PAUD dan Dikmas Kepulauan

Santiri/24-11-2018. Festival PAUD dan Dikmas Kepulauan akan segera dilaksanakan di Pulau Lombok. Festival ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus mengajak warga NTB untuk segera bangkit dari keterpurukan setelah gempa berturut turut yang terjadi di Propinsi NTB ini sejak akhir bulan Juli hingga Agustus 2018, 4 bulan yang lalu.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yaitu pertemuan masyarakat kepulauan yang diadakan di Gili Belek kabupaten Lombok Timur dan gedung PAUD Dikmas di Mataram pada bulan Oktober tahun 2017. dihadiri oleh perwakilan dari masyarakat kepulauan di wilayah timur Indonesia. dari hasil kegiatan tersebut diinisiasi untuk merancang kurikulum PAUD berbasis kepulauan.

Festival ini juga untuk mengetahui animo masyarakat tentang perspektif pendidikan usia dini yang berbasis pada masyarakat pesisir dan kepulauan. dalam kegiatan ini akan diadakan lomba mewarnai gambar untuk anak-anak. disini akan dilihat imajinasi anak tentang hidup di kepulauan pada selembar kertas.

Dari kegiatan ini juga diharapkan ada masukan atau inspirasi dari kawan-kawan lain yang hidup di pesisir tentang sekolah, PKBM, dan PAUD. hasil pembelajaran yang terbaik akan diberikan apresiasi untuk diajak diskusi tentang konsepnya untuk selanjutnya direalisasikan pada tahun 2019. dalam kegiatan ini juga ada teman-teman seniman yang mengekspresikan tentang pendidikan di kepulauan.

Kegiatan festival ini akan dimulai pada tanggal 27 November 2018 dengan kegiatan lomba mewarnai gambar oleh anak-anak, kemudian tanggal 28 November 2018 dilanjutkan dengan workshop di sekolah Lapang dan Laboratorium desa Santong Kecamatan Kayangan dan pada tanggal 29 November 2018 dilanjutkan dengan diskusi untuk mencari solusi pada permasalahan pendidikan berbasis kepulauan.

untuk itu pada tanggal 23 November 2018 telah diadakan kegiatan pra Festival PAUD yang diselenggarakan di Warung Kopi “Artcoffeelago” jalan Amir Hamzah no. 96Y Karang Sukun Mataram. kegiatan ini dimaksudkan untuk sosialisasi Festival dan berdiskusi bersama praktisi kegiatan pendidikan di kepulauan. dalam kegiatan ini diisi dengan hiburan dan ngobrol bareng tentang pengalamannya dalam menjalankan pendidikan baik informal dan formal yang ada di kepulauan.

dalam acara ini selain dihadiri oleh praktisi pendidikan, juga dihadiri oleh wartawan dan seniman untuk sama sama berdiskusi dan mencari solusi terhadap sistem pendidikan berbasis kepulauan. (wa2n)

Merawat Generasi Penerus Melalui Makanan Fungsional "Saribumi"

Merawat Generasi Penerus Melalui Makanan Fungsional “Saribumi”

Produk olahan saribumi yang terbuat dari ekstrak  berbagai tumbuhan mulai tersebar ke berbagai wilayah utamanya di wilayah Lombok yang menjadi terdampak gempa.

Produk makanan fungsional adalah makanan makanan bernutrisi tinggi dari ekstrak tanaman dikemas dalam makanan tradisional ataupun makanan dan minuman lainnya. Manfaat dari makanan fungsional ini  yaitu Mencegah dan menyembuhkan busung lapar dan kurang gizi, Menyeimbangkan syaraf kecerdasan ( Emotional and Intelegensia ) dan otak janin bagi anak-anak secara langsung atau melalui ibu hamil dan menyusui, Menjaga stamina agar tahan terhadap segala perubahan cuaca, Menetralisir makanan yang mengandung bahan pengawet dan kimia yang  yang ada dalam makanan yang sering di konsumsi anak-anak, Memperbaiki kualitas air susu ibu, Menyegarkan kembali setelah menderita penyakit yang diakibatkan oleh faktor makanan.  Makanan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

Pada tahun 2009, produk ini pernah dibuat dan diberikan pada balita dan ibu hamil di wilayah Lingsar, Lombok Barat. Dan untuk membantu para pengungsi terdampak gempa, produk ini kembali dibuat agar keseimbangan nutrisi para pengungsi dapat terjaga terutama anak-anak dan ibu hamil dengan target hingga 1 juta kemasan makanan fungsional untuk pengungsi terdampak gempa Lombok.

Sebelumnya Produk Saribumi yang dikemas dalam makanan tradisional Dodol di luncurkan secara resmi di posko pengungsi desa Sesait Kecamatan Kayangan pada tanggal 7 September 2018 sebagai nutrisi tambahan bagi anak-anak terdampak gempa di Lombok.  Untuk memenuhi permintaan masyarakat, maka makanan kesehatan ini kembali diproduksi untuk ibu hamil di kecamatan kayangan dan siswa siswi Pondok Pesantren Nadhatul Wathan Dusun Salut, Desa Selat – Kecamatan Narmada, Lombok Barat. (wa2n)

Makanan Fungsional untuk anak anak terdampak gempa

Makanan Fungsional untuk anak anak terdampak gempa

Santiri,  7 September 2018. Bertempat di lapangan  posko pengungsi desa Sesait,  kecamatan Kayangan.  Diadakan peluncuran gerakan makanan sehat melalui makanan fungsional yang dikemas dalam bentuk dodol serta gerakan kebangkitan wirausaha muda Kabupaten Lombok Utara.  Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Santiri Foundation dan Forum Wirausaha baru Kecamatan Kayangan.
Makanan fungsional ini selain dikemas dalam bentuk dodol,  kedepannya juga bisa dicampur dengan berbagai olahan makanan lainnya.  Ramuan makanan fungsional ini dibuat dari ekstrak tanaman yang terdiri dari daun,  buah, batang tanaman herbal dan madu.  Ramuan  ekstrak tanaman ini di racik oleh bapak Hamzah yang saat ini bergabung dalam Litbang Santiri Foundation.
Sasaran produk makanan fungsional saat ini adalah anak-anak  dan ibu menyusui yang terdampak gempa bumi di Lombok.  Hal ini dikarenakan salah satu manfaat dari makanan fungsional ini adalah mengurangi perasaan stress  dan menjaga kesehatan tubuh.  Manfaat lainnya yaitu mencerdaskan otak,  memperbaiki nutrisi gizi dalam tubuh dan memperlancar air susu ibu.
Dalam peluncuran makanan fungsional ini diikuti oleh anak anak terdampak  gempa yang berada di kecamatan kayangan khususnya yang berada di desa Sesait, Santong Mulia,  Santong,  Kayangan dan Pendua.
Pada tahap awal manisan dodol ini diberikan kepada 100 anak. Manisan dodol yang telah diberi ektrak ramuan F2 dikonsumsi oleh anak anak sebanyak 3 x sehari selama 11 hari.  Setelah sebelas hari kesehatan anak anak akan di lihat perkembangannya.
Selain untuk anak anak dan ibu menyusui ada juga makanan fungsional yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil dan orang dewasa. (wa2n)