Merawat Generasi Penerus Melalui Makanan Fungsional “Saribumi”

Produk olahan saribumi yang terbuat dari ekstrak  berbagai tumbuhan mulai tersebar ke berbagai wilayah utamanya di wilayah Lombok yang menjadi terdampak gempa.

Produk makanan fungsional adalah makanan makanan bernutrisi tinggi dari ekstrak tanaman dikemas dalam makanan tradisional ataupun makanan dan minuman lainnya. Manfaat dari makanan fungsional ini  yaitu Mencegah dan menyembuhkan busung lapar dan kurang gizi, Menyeimbangkan syaraf kecerdasan ( Emotional and Intelegensia ) dan otak janin bagi anak-anak secara langsung atau melalui ibu hamil dan menyusui, Menjaga stamina agar tahan terhadap segala perubahan cuaca, Menetralisir makanan yang mengandung bahan pengawet dan kimia yang  yang ada dalam makanan yang sering di konsumsi anak-anak, Memperbaiki kualitas air susu ibu, Menyegarkan kembali setelah menderita penyakit yang diakibatkan oleh faktor makanan.  Makanan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

Pada tahun 2009, produk ini pernah dibuat dan diberikan pada balita dan ibu hamil di wilayah Lingsar, Lombok Barat. Dan untuk membantu para pengungsi terdampak gempa, produk ini kembali dibuat agar keseimbangan nutrisi para pengungsi dapat terjaga terutama anak-anak dan ibu hamil dengan target hingga 1 juta kemasan makanan fungsional untuk pengungsi terdampak gempa Lombok.

Sebelumnya Produk Saribumi yang dikemas dalam makanan tradisional Dodol di luncurkan secara resmi di posko pengungsi desa Sesait Kecamatan Kayangan pada tanggal 7 September 2018 sebagai nutrisi tambahan bagi anak-anak terdampak gempa di Lombok.  Untuk memenuhi permintaan masyarakat, maka makanan kesehatan ini kembali diproduksi untuk ibu hamil di kecamatan kayangan dan siswa siswi Pondok Pesantren Nadhatul Wathan Dusun Salut, Desa Selat – Kecamatan Narmada, Lombok Barat. (wa2n)

Trauma Healing untuk korban gempa Lombok

Selain bantuan dalam bentuk fisik, dilakukan juga bantuan psikis berupa kegiatan Trauma Healing untuk membantu memulihkan semangat atau meringankan beban trauma para korban akibat bencana gempa terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu.

Trauma Healing ini dilakukan bersama-sama dengan tim relawan dari beberapa daerah dan ada juga dari negara Malaysia.

Menggambar untuk mengurangi trauma
Seorang relawan GPM mengajak seorang anak korban gempa bernyanyi
Salah satu sesi kegiatan dalam trauma healing untuk korban gempa Lombok
Kegiatan Trauma healing oleh Sekolah ramah anak nasional di dusun sukadamai desa santong Kecamatan kayangan

Log kegiatan relawan gempa Lombok (Forum Wira Baru, Sahabat Berbagi, Santiri, dan GPM Malaysia)

Tanggal 30-07-2018

  1. Asasement kelokasi bencana didesa santong Kecamatan kayangan dan seluruh desa yang ada di kecamatan kayangan.
  2. Menerima kunjungan dan mendampingi tim dari lembaga sekolah ramah anak nasional.
  3. Distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi pengungsian di Dusun Sukadamai berupa :
  • Mie instan: 2 dos
  • Air mineral: 28 kotak
  • Biskuit :5 dos
  • Susu botol: 4 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Desa santong.
  • Air mineral:10 dos
  • Susu:2 dos
  • Biskuit:2 dos
  • Mie:1 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Dusun sempakok
  • Air mineral: 1 dos
  • Mie instant: 5 bks
  • Biskuit roma: 2 bks besar.
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Dusun Melepah Sari Desa Dangiang
  • Air mineral:1 dos
  • Biskuit:1 Bks besar
  • Sarden
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Dusun Kebun Kunyit
  • Biskuit: 1 bks besar
  • Air mineral: 1 dos
  1. Trauma healing kepada anak-anak dan kaum ibu dilokasi pengungsian yang berjumlah 24 kk dan Anak 30 orang
  2. Menerima dan mendistribusikan bantuan korban gempa diantaranya sbb:
  • Mie instan: 4 dos
  • Pop mie: 3 dos
  • Susu: 4 dos
  • Popok bayi: 2 dos
  • Terpal: 5 buah
  • Pembalut: 2 dos
  • Air minum: 10 dos
  • Sabun mandi: 2 dos
  • Sampo: 1 dos
  • Pasta gigi: 1 dos
  • Minyak goreng: 2 dos
  • Sarden: 2 dos
  • Kornet: 2 dos
  • Biskuit bayi: 1 dos
  • Bubur bayi: 1 dos
  • Biskuit kaleng: 6 dos
  • Roti: 24 mika
  • Selimut: 12 buah
  • Handuk: 9 buah
  • Tikar: 2 buah
  • Gula:9 kg
  1. Distribusi logistik bantuan korban gempa ke 5 lokasi / Titik pengungsian, yaitu:
  • Desa sukadana (pasar sukadana)
  • Desa Batu Rakit
  • Desa Senaru
  • Dusun Lendang Gagak Desa Bayan
  • Desa Senaru

 

 

Tanggal 31-7-2018

  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian di Dusun Karang Tapen Desa Karang Bajo berupa:
  • Air mineral: 3 dos
  • Biskuit susu: 1 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian di Dusun lendang cempaka
  • Air mineral: 3 dos
  • Biskuit: 1 dos
  • Susu:1 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian di Dusun kebaloan
  • Air mineral: 3 dos
  • Biskuit: 1 dos
  • Susu:1 dos
  • Obat-obatan: 1 pak.

 

 

Tanggal 01-08-2018

Menerima dan mendistribusikan bantuan yang diberikan oleh GPM Malaysia, yaitu berupa:

  • Susu bayi: 1 dos
  • Biskuit: 2 dos
  • Roti: 200 bungkus
  • Pembalut: 48 bungkus
  • Sarden: 48 kaleng
  • Rendang: 48 kaleng
  • Air mineral: 6 dos

 

 

Tgl 02-08-2018

  1. Menerima dan mendistribusikan bantuan yang diberikan oleh GPM Malaysia, yaitu:
  • 40 kotak susu sgm
  • 1 dos permen
  • 1 dos jickong/snack
  • 40 pak sack
  • 10 bks yupi
  • 10 bks mie kita
  • 10 pak pampers
  • 20 biji minyak kayu putih
  • 50 pak buku gambar
  • 80 lembar kopian
  • 40 pcs crayon
  • 80 btl milkuat
  • 6 bks biskuat kelapa
  1. Mendistribusikan bantuan korban gempa untuk anak-anak sejumlah 80 orang
  2. Kegiatan Trauma Healing di Dusun Lendang Mamben Desa anyar, Dusun Sukadana Desa Dukadana, dan Dusun Tereng Tebus Desa Persiapan Batu Rakit.

Teknologi Emitter di SEKOLLAB PINTAR desa Santong

Minggu, 13 Mei 2018. SEKOLLAB (Sekolah Lapang dan Laboratorium) PINTAR (Percepatan, Inovasi, Nilai tambah, Terpadu, Aman, dan Ramah lingkungan) yang berada di desa Santong Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Hari ini memulai pembelajaran pertamanya, walau belum sepenuhnya sempurna. Sekolah yang dikelola atas kerjasama Santiri Foundation, Universitas Nahdatul Ulama NTB dan Forum Wirabaru Kecamatan Kayangan mulai mempraktekkan materi pertamanya yaitu tentang pengenalan teknologi Emitter bagi tanaman yang kurang berproduktif terutama tanaman buah, melalui pemberian nutrisi tanaman agar terjadi keseimbangan hormon pada tanaman hingga mampu memproduksi buah. Hormon yang diberikan adalah hormon organik yang terdapat disekitar kita. Hal ini diutarakan langsung oleh pak Hamzah  selaku penemu teknologi Emitter di lokasi Sekolah Lapang Desa Santong.

Peserta sekolah lapang saat ini yaitu para Wirabaru yang  bergerak di bidang pertanian. Sebagai contoh awal, telah dipasang emitter pada beberapa pohon buah di lokasi sekolah lapang dan sebagian di kebun peserta sekolah lapang yang juga anggota Wirabaru. Kedepannya para peserta ini akan mampu menularkan ilmunya kepada yang lain.

Bagi yang masih penasaran dengan teknologi Emitter ini dapat berkunjung ke sekolah Lapang di desa Santong atau di sekretariat Wirabaru di desa Sesait sambil duduk bareng, ngobrol berbagi ilmu dan minum kopi di kedai Wirabaru. (Wa2n)