Data Korban gempa Lombok 5.8 SR di Air terjun Senaru – Lombok Utara

Santiri, 17/03/2019. Nama nama korban gempa bumi tgl 17 Maret 2019 yang telah terevakuasi dari Air Terjun tiu kelep  – Senaru. masih tersisa sekitar 7 orang yang masih dilakukan evakuasi.
1. Tommy 14 thn lendang cempaka MD
2. Riska tanwir 19 thn gunung sari lecet dilengan
3. Kania pratiwi 20 thn gunung sari luka dikepala
4. Reza alfian 20 thn gunung sari luka di tangan dan dimuka.
5. Pang kim wah 56 thn malaysia luka dilengan
6. Tan cing chuan 62 thn malaysia luka di kepala lengan dan kaki
7. Wongslew tan 56 thn malaysia luka dikepala
8. Gurit antariksa 17 thn marong lombok tengah luka dibetis
9. Lalu arga dimas fernanda 18 thn marong lombok tengah luka dibetis
10. Sumawi 30thn bayan luka dikaki dan wajah
11.Teoh zheng yi 20 thn malaysia luka kaki dan tangan
12. Phua poh guax 56 thn malaysia patah kaki
13. Upik 6 thn alamat Lendang cempaka, luka kepala.
14. Koks shao 60 thn malaysia luka tangan. (red)

Update data Korban gempa Lombok 5.8 SR

Santiri, 17//2019. Pada hari Minggu tanggal 17 Maret 2019 pukul 14.10 wita telah terjadi Gempa Bumi dengan Data BMKG kekuatan 5,8 SR Lokasi 8.30 LS, 116,60 BT (24 km Timur Laut Lotim NTB) kedalaman 10 km, sbb :
1.Data Korban Meninggal : (sementara 2 orang)
2. Data Korban Luka Berat (RB)
3. Data Korban Luka Ringan

a. Kec. Pringgasela
1) Zulkifli, 28 thn, lakiDsn Aik Ngempok Desa Pengadangan Mengalami Luka di Bagian Jari Tangan Kiri dan Tangan Kanan
2) Daffa Zaen Al Faruk, 3 tahun, Laki-laki, Dsn. Aik Ngempok Desa Pengadangan, mengalami Luka ringan di Bagian Kepala Sebelah kiri

b. Kec. Sembalun
1) Edi Rustaman ,laki laki,30thn, Polri ,alamat dusun dasan tengak baret, desa Sembalun.mengalami luka di kepala sepanjang 4 cm,akibat terkena genteng rumahnya.
2) Deri,laki laki,16 tahun,pelajar,alamat dusun lendang luar desa sembalun mengalami benjolan di kepalanya akibat terkena tembok rumahnya.
3) Hamdani ,laki laki,28 tahun,Tukang,alamat Jerowaru.
4) Rendi ,laki laki,18 tahun,Pelajar,alamat dusun lendang luar desa sembalun.
5) Yogi prima mei Gandi. 24 tahun alamat dusun mentagi desa Sembqlun mengalami luka robek ditangan dan kaki akibat pecahan kaca jendela rumah.

4. data Kerusakan Rumah

a. Kec. Montong Gading 2 unit

1.An.IRJAN
2.An.MUHSIP dusun Solong utara Desa Pesangrahan

Perkembangan akan kami laporkan kembali.

Percepatan Pembangunan Hunian Tetap Paska Gempa Lombok

Santiri, 13/03/2019. Gempa yang terjadi di Lombok dan sumbawa sejak tanggal 29 Juli 2018 sampai dengan sekarang telah membuat kerugian dan dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat sebagian besar di Lombok.  Gempa yang bertubi-tubi dengan sekala besar dan sedang juga memporak porandakan banyak bangunan, terutama di kabupaten Lombok Utara. Pasca gempa yang menimpa Lombok Utara, pemerintah telah merekomendasikan beberapa jenis bangunan rumah yang tahan gempa, yaitu RISHA, RIKO, dan RIKA. RISHA adalah jenis bangunan yang menggunakan bahan beton (panel) yang bisa dibongkar pasang. Jenis rumah RIKO adalah bentuk konvensional. Bangunan jenis RIKA adalah rumah yang banyak menggunakan bahan kayu.

Bangunan rumah yang harus dibuat oleh Masyarakat adalah dari jenis pilihan tersebut, karena sudah masuk kategori tahan gempa, sehingga alokasi anggaran Rp. 50.000.000,- untuk yang rusak berat bisa diterima oleh Masyarakat. Anggaran tersebut memang sudah ditentukan oleh pemerintah, dimana yang rusak berat Rp. 50.000.000, rusak sedang Rp. 25.000.000, dan yang rusak ringan sebesar Rp. 10.000.000.

Melihat bukti ketahanan rumah tradisional yang ada di Masyarakat Adat Bayan dari gempa yang terjadi selama ini menyebabkan banyak Masyarakat lebih memilih jenis rumah kayu (RIKA) dengan konstruksi lokal tersebut. Meyakinkan banyak pihak tentang bentuk bangunan tersebut tentu membutuhkan desain yang baik, walaupun secara tidak langsung jenis rumah ini memang diyakini semua pihak tahan gempa.

Kehadiran Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) lewat Program Peduli bekerjasama dengan Yayasan Satunama Yogyakarta dan juga Santiri Foundation, termasuk dengan Sekolah Adat Bayan (SAB), serta Majelis Pengemban Adat Bayan (Mapan) akan membantu untuk membuat design 4 rumah lokal yang ada di Bayan. Kegiatan tahap pertama yang dilaksanakan adalah untuk desain Rumah Adat yang ada di Desa Sukadana, Kampung Sembageq (Bale Balaq Sembageq).

Desain yang akan dihasilkan tidak hanya menyangkut gambar rumah yang dibuat, tetapi juga mengakomodir beberapa nilai yang ada dalam bangunan tersebut. Beberapa yang akan dimasukan dalam penyusunan desainnya adalah jenis kayu yang akan digunakan (terdapat jenis kayu yang boleh dan juga yang tidak boleh digunakan, bahkan termasuk sumber kayunya), ukuran rumah (sesuai sama aturan adat), hadap rumah, bahkan rumah sebagai bagian dalam ritual adat yang dilaksanakan.

Pertemuan pertama untuk membahas desain Bale Balaq Sembageq yang ada di Kampung Adat Sembageq, Desa Persiapan Baturakit (Desa Sukadana), Kecamatan Bayan, dengan menghadirkan Tokoh Adat dan pekerja bangunan yang faham tentang rumah tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Desember 2018. Diskusi penggalian informasi oleh Pak Tjatur Kukuh (Arsitek dari Santiri Foundation) dari informasi warga yang hadir dilakukan di salah satu berugaq warga Sembageq. Peserta yang hadir sekitar 15 Orang dari perwakilan Senaru 1 orang, Karang Bajo 1 Orang, Sesait 2 Orang, dan dari Masyarakat Setempat 10 Orang.

Perumahan Tradisional di Senaru

Untuk membuat desain rumah utuh diperkirakan membutuhkan waktu pertemuan sebanyak 2 kali, pertama penggalian informasi secara utuh, dan yang kedua adalah revisi (jika ada kekurangan atau kekeliruan). Proses pembuatan desain awal dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu, sehingga pertemuan berikutnya akan dilaksanakan pada minggu ke-3 Desember 2018. Akhir Desember 2018 kemungkinan untuk design Bale Balaq Sembage sudah jadi secara utuh.

Hasil Desain Arsitektur lokal ini akan diajukan ke Pemerintah Daerah Lombok Utara, khususnya pada Bagian Perumahan Rakyat sebagai salah satu pilihan Rumah Tahan Gempa bagi Masyarakat yang memang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat. Tujuan lainnya adalah untuk bahan pembelajaran bagi peserta didik yang ada di Sekolah Adat Bayan. Bahkan hasil ini juga bisa difungsikan sebagai referensi untuk para peneliti tentang arsitektur lokal yang ada di Masyarakat Adat Bayan yang memang tahan terhadap kondidi alam yang rawan gempa bumi.

Bale Jajar yang merupakan kategori Rumah Kayu (RIKA) yang akan menjadi pilihan untuk  4 kelompok masyarakat korban gempa yang ada di Dusun Baturakit akan dijadikan sebagai contoh bagi Pokmas lainnya yang ada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Santiri Foundation dan Somasi NTB akan ikut mengawal untuk mempercepat proses ini ditingkat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara, sehingga percepatan pembangunan untuk warga korban gempa di Lombok Utara bisa terlaksana.

Hasil dari diskusi ini akan ada 2 desain digital aristektur Bale Jajar yaitu, bentuk asli dan moodifikasi (ReDesain). Sekolah Adat Bayan yang memang terlibat sejak awal untuk mendampingi Masyarakat Adat Bayan dalam penyusunan Desain arsitektur lokal akan menjadikan sumber pembelajaran untuk generasi kedepan dari hasil yang telah dicapai (Desain asli), sehingga kedepan generasi penerus tahu tentang ilmu para orang tua yang sangat sesuai dengan kondisi alam yang ada di Lombok.

Kayu yang digunakan oleh para orang tua dalam membangun rumah menjadi pembicaraan yang membuat para peserta (khususnya warga setempat) menjadi berfikir keras, dimana beberapa jenis kayu yang digunakan seperti Busur, kates, lengkukun, kelanjuh sudah langka. Disaat itulah dirasakan bahwa kita sudah banyak kehilangan kekayaan yang kita miliki.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat rumah sangat erat dengan segala nilai yang ada di Masyarakat Adat Bayan, tetapi karena pihak pemerintah yang khusus menyediakan bibit kayu justru tidak banyak yang mengajak masyarakat untuk menanam jenis kayu tersebut, tetapi lebih banyak jenis kayu seperti sengon, mahuni, jati, dimana jenis tersebut merupakan jenis kayu yang ada didaerah lain, dan belum tentu sesuai dengan nilai-nilai lokal yang ada di Masyarakat Adat Bayan.

Memang hampir semua ilmu lokal yang ada di Masyarakat yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah selalu memiliki hubungan yang erat dengan alam, sesama, dan juga kayakinan religi (ketuhanan), begitu juga dengan Masyarakat Adat Wetu Telu yang ada di Bayan – Lombok Utara. Rumah sebagai tempat tinggal di Design sedemikian rupa yang difungsikan sebagai tempat tinggal, tempat untuk melaksanakan ritual, dan juga menjaga nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat.

Bale Jajar merupakan Desain terbaru Masyarakat Adat Bayan, dimana bentuk rumah ini sudah memilki kamar sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Tiang yang digunakan dalam membaut bale jajar ada yang 9 dan 12 tiang. Besar rumah diantara 35 meter persegi sampai 40 Meter persegi. Pada bagian depan rumah terdapat juga teras, yang biasa digunakan sebagai teempat untuk berdiskusi, jika diberugak tidak cukup tempat.

Anggaran 50 juta untuk bantuan korban gempa yang kategori rumahnya rusak berat menjadi anggaran yang akan digunakan oleh masyarakat.  Sementara saat ini Masyarakat merasakan aturan yang ada untuk mendapatkan anggaran tersebut sangat rumit, sehingga peran Santiri Foundation, Somasi NTB, Sekolah Adat Bayan (SAB), dan Majelis Pengemban Adat Bayan sangat penting dalam melakukan pendampingan dan juga koordinasi dengan pihak terkait, yaitu BPBD, PUPR, Pendamping, dan Pemerintah tingkat bawah yaitu desa.

Harapannya, jika 4 kelompok masyarakat ini bisa terselesaikan sesuai target dan harapan, maka kedepan untuk pokmas-pokmas yang lain bisa lebih mudah dalam proses pembangunan dengan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat.

Desain rumah lokal yang dikembangkan ini akan menjadikan Lombok Utara daerah yang memilki keunikan dan khas tersendiri, arsitektur dengan nilai-nilai lokal akan memberikan kesan kepada generasi penerus betapa hebatnya ilmu yang dimiliki orang tua terdahulu. Rumah yang dibangun teruji dan dapat mengakomodir berbagai sisi tentang kehidupan yang berjalan di Masyarakat.

Semoga kegiatan yang dilakukan oleh Santiri Foundation dan Somasi NTB bersama NGO lainnya bisa memberikan kemudahan kepada korban gempa yang ada di Kabupaten Lombok Utara, sehingga Masyarakat bisa membangun rumah mereka sesuai keinginan, dan juga mampu memberikan identitas kepada Masyarakat Lombok Utara yang masih memiliki ilmu local yang adaptif terhadap kondisi alam. (red)


Merawat Generasi Penerus Melalui Makanan Fungsional "Saribumi"

Merawat Generasi Penerus Melalui Makanan Fungsional “Saribumi”

Produk olahan saribumi yang terbuat dari ekstrak  berbagai tumbuhan mulai tersebar ke berbagai wilayah utamanya di wilayah Lombok yang menjadi terdampak gempa.

Produk makanan fungsional adalah makanan makanan bernutrisi tinggi dari ekstrak tanaman dikemas dalam makanan tradisional ataupun makanan dan minuman lainnya. Manfaat dari makanan fungsional ini  yaitu Mencegah dan menyembuhkan busung lapar dan kurang gizi, Menyeimbangkan syaraf kecerdasan ( Emotional and Intelegensia ) dan otak janin bagi anak-anak secara langsung atau melalui ibu hamil dan menyusui, Menjaga stamina agar tahan terhadap segala perubahan cuaca, Menetralisir makanan yang mengandung bahan pengawet dan kimia yang  yang ada dalam makanan yang sering di konsumsi anak-anak, Memperbaiki kualitas air susu ibu, Menyegarkan kembali setelah menderita penyakit yang diakibatkan oleh faktor makanan.  Makanan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

Pada tahun 2009, produk ini pernah dibuat dan diberikan pada balita dan ibu hamil di wilayah Lingsar, Lombok Barat. Dan untuk membantu para pengungsi terdampak gempa, produk ini kembali dibuat agar keseimbangan nutrisi para pengungsi dapat terjaga terutama anak-anak dan ibu hamil dengan target hingga 1 juta kemasan makanan fungsional untuk pengungsi terdampak gempa Lombok.

Sebelumnya Produk Saribumi yang dikemas dalam makanan tradisional Dodol di luncurkan secara resmi di posko pengungsi desa Sesait Kecamatan Kayangan pada tanggal 7 September 2018 sebagai nutrisi tambahan bagi anak-anak terdampak gempa di Lombok.  Untuk memenuhi permintaan masyarakat, maka makanan kesehatan ini kembali diproduksi untuk ibu hamil di kecamatan kayangan dan siswa siswi Pondok Pesantren Nadhatul Wathan Dusun Salut, Desa Selat – Kecamatan Narmada, Lombok Barat. (wa2n)

Trauma Healing untuk korban gempa Lombok

Selain bantuan dalam bentuk fisik, dilakukan juga bantuan psikis berupa kegiatan Trauma Healing untuk membantu memulihkan semangat atau meringankan beban trauma para korban akibat bencana gempa terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu.

Trauma Healing ini dilakukan bersama-sama dengan tim relawan dari beberapa daerah dan ada juga dari negara Malaysia.

Menggambar untuk mengurangi trauma

Seorang relawan GPM mengajak seorang anak korban gempa bernyanyi

Salah satu sesi kegiatan dalam trauma healing untuk korban gempa Lombok

Kegiatan Trauma healing oleh Sekolah ramah anak nasional di dusun sukadamai desa santong Kecamatan kayangan

Log kegiatan relawan gempa Lombok (Forum Wira Baru, Sahabat Berbagi, Santiri, dan GPM Malaysia)

Log kegiatan relawan gempa Lombok (Forum Wira Baru, Sahabat Berbagi, Santiri, dan GPM Malaysia)

Tanggal 30-07-2018

  1. Asasement kelokasi bencana didesa santong Kecamatan kayangan dan seluruh desa yang ada di kecamatan kayangan.
  2. Menerima kunjungan dan mendampingi tim dari lembaga sekolah ramah anak nasional.
  3. Distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi pengungsian di Dusun Sukadamai berupa :
  • Mie instan: 2 dos
  • Air mineral: 28 kotak
  • Biskuit :5 dos
  • Susu botol: 4 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Desa santong.
  • Air mineral:10 dos
  • Susu:2 dos
  • Biskuit:2 dos
  • Mie:1 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Dusun sempakok
  • Air mineral: 1 dos
  • Mie instant: 5 bks
  • Biskuit roma: 2 bks besar.
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Dusun Melepah Sari Desa Dangiang
  • Air mineral:1 dos
  • Biskuit:1 Bks besar
  • Sarden
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian Dusun Kebun Kunyit
  • Biskuit: 1 bks besar
  • Air mineral: 1 dos
  1. Trauma healing kepada anak-anak dan kaum ibu dilokasi pengungsian yang berjumlah 24 kk dan Anak 30 orang
  2. Menerima dan mendistribusikan bantuan korban gempa diantaranya sbb:
  • Mie instan: 4 dos
  • Pop mie: 3 dos
  • Susu: 4 dos
  • Popok bayi: 2 dos
  • Terpal: 5 buah
  • Pembalut: 2 dos
  • Air minum: 10 dos
  • Sabun mandi: 2 dos
  • Sampo: 1 dos
  • Pasta gigi: 1 dos
  • Minyak goreng: 2 dos
  • Sarden: 2 dos
  • Kornet: 2 dos
  • Biskuit bayi: 1 dos
  • Bubur bayi: 1 dos
  • Biskuit kaleng: 6 dos
  • Roti: 24 mika
  • Selimut: 12 buah
  • Handuk: 9 buah
  • Tikar: 2 buah
  • Gula:9 kg
  1. Distribusi logistik bantuan korban gempa ke 5 lokasi / Titik pengungsian, yaitu:
  • Desa sukadana (pasar sukadana)
  • Desa Batu Rakit
  • Desa Senaru
  • Dusun Lendang Gagak Desa Bayan
  • Desa Senaru

 

 

Tanggal 31-7-2018

  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian di Dusun Karang Tapen Desa Karang Bajo berupa:
  • Air mineral: 3 dos
  • Biskuit susu: 1 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian di Dusun lendang cempaka
  • Air mineral: 3 dos
  • Biskuit: 1 dos
  • Susu:1 dos
  1. Distribusi bantuan ke lokasi pengungsian di Dusun kebaloan
  • Air mineral: 3 dos
  • Biskuit: 1 dos
  • Susu:1 dos
  • Obat-obatan: 1 pak.

 

 

Tanggal 01-08-2018

Menerima dan mendistribusikan bantuan yang diberikan oleh GPM Malaysia, yaitu berupa:

  • Susu bayi: 1 dos
  • Biskuit: 2 dos
  • Roti: 200 bungkus
  • Pembalut: 48 bungkus
  • Sarden: 48 kaleng
  • Rendang: 48 kaleng
  • Air mineral: 6 dos

 

 

Tgl 02-08-2018

  1. Menerima dan mendistribusikan bantuan yang diberikan oleh GPM Malaysia, yaitu:
  • 40 kotak susu sgm
  • 1 dos permen
  • 1 dos jickong/snack
  • 40 pak sack
  • 10 bks yupi
  • 10 bks mie kita
  • 10 pak pampers
  • 20 biji minyak kayu putih
  • 50 pak buku gambar
  • 80 lembar kopian
  • 40 pcs crayon
  • 80 btl milkuat
  • 6 bks biskuat kelapa
  1. Mendistribusikan bantuan korban gempa untuk anak-anak sejumlah 80 orang
  2. Kegiatan Trauma Healing di Dusun Lendang Mamben Desa anyar, Dusun Sukadana Desa Dukadana, dan Dusun Tereng Tebus Desa Persiapan Batu Rakit.
Relawan Malaysia untuk gempa Lombok

Relawan Malaysia untuk gempa Lombok

Diskusi awal Tim GPM dan tim relawan penanggulangan (gabungan dari forum Wira Baru, Sahabat Berbagi, dan Santiri) di desa Kayangan Lombok Utara

Relawan dari Malaysia (GPM) ikut membantu penanganan korban gempa bumi di pulau Lombok. Rombongan GPM Malaysia tiba di Bandara Internasional Lombok pada hari Selasa (31/7) malam sekitar jam 21:00, langsung menuju lokasi bencana di Lombok Utara. Mereka kemudian disambut oleh tim relawan penanggulangan (gabungan dari forum Wira Baru, Sahabat Berbagi, dan Santiri) di desa Kayangan Lombok Utara dan melakukan diskusi awal untuk penjajagan kebutuhan utama masyarakat terdampak di wilayah tak terjangkau, fokus pada kebutuhan anak-anak dan perempuan.

Jurnal gempa lombok

Jurnal gempa lombok

Kondisi korban gempa Lombok
Titik 1
Lokasi:

Gambaran umum:
Korban gempa terpaksa tidak gabung dengan korban lainnyadi pasar karena tidak memiliki tenda/terpal, untuk nge-camp terpaksa menggunakan pondok warga di dalam kebun, jarak tempuh dari jalan sekitar 300 meter.

Jumlah korban:
8 KK

Kondisi:
Mulai banyak yang terkena penyakit flu dan batuk karena cuaca dingin di malam hari.

Kebutuhan:
Butuh bantuan air bersih karena air yang digunakan di lokasi pengungsian mulai keruh. Obat obatan seperti promag, obat sakit kepala, obat flu dan batuk, dan juga masker.

Titik 2
Lokasi:
Sekitar 1 km dari titik 1.

Gambaran umum:
Banyak korban lansia, tempat pengunsiannya menggunakan terpal dan karpet karet.

Jumlah korban:
11 KK. Makan dan minum seadanya.

Kondisi:
Mulai banyak yang sakit, sudah mendapat penanganan medis kemarin.

Kebutuhan:
Butuh bantuan air bersih, selimut, kaos kaki, masker, dan obat-obatan

Distribusi bantuan korban gempa lombok:
Dusun Sukadamai
Jumlah KK: 20
Bayi: 7 orang
Balita: 7 orang
Anak-anak: 20 orang
Bantuan yang didistribusikan:
– Mi instan 20 dus
– Air minum 20 dus
– Susu 2 kotak

Dusun Sukadaya desa Bayan
Jumlah KK: 15
Bayi: 7 orang
Balita: 4 orang
Bantuan yang didistribusikan:
– Terpal 1 buah
– Popmie 1 kotak
– air minum 1 dus
– Biskuit balita 1 kotak
– Sarden 8 kaleng

Dusun Lendang Gagak desa Bayan
Bantuan yang didistribusikan:
– Sarden 6 kaleng
– Mie 1 kotak
– Air minum 2 kotak

Dusun Batu Rakit
Jumlah KK: 12
Balita: 7
Bantuan yang didistribusikan:
– Biskuit 3 kotak
– Biskuit kaleng balita 2 kotak
– Susu balita 2 dus
– Minyak gorang 1 dus
– Pembalut 1 kotak
– Popmie 1 dus
– Selimut 4 buah
– Handuk 6 buah
– Terpal 1 buah
– Air 1 dus

Dusun Tumpang Sari desa Senaru
Jumlah KK: 25
Balita: 7 orang
Ibu hamil: 2 orang
Bantuan yang didistribusikan:
– Mie 1 dus
– Pasta gigi 1 dus
– Sabun 1 dus
– Sarden 6 kaleng
– Air mineral 1 kotak
– Shampo 1 dus
– Bubur balita 1 dus

Dusun Tumpang Sari desa Senaru
Jumlah KK: 40
Balita: 14
Bayi: 18
Lansia: 12
Bantuan yang didistribusikan:
– Air mineral 4 dus
– Susu balita 2 dus
– Sabun mandi 1 dus
– Shampo 1 dus
– Bubur 1 dus
– Minyak gorang 1 dus
– Pampers 1 dus
– Pembalut 1 dus
– Selimut 8
– Handuk 8

Foto – foto dokumentasi