Makanan Fungsional untuk anak anak terdampak gempa

Makanan Fungsional untuk anak anak terdampak gempa

Santiri,  7 September 2018. Bertempat di lapangan  posko pengungsi desa Sesait,  kecamatan Kayangan.  Diadakan peluncuran gerakan makanan sehat melalui makanan fungsional yang dikemas dalam bentuk dodol serta gerakan kebangkitan wirausaha muda Kabupaten Lombok Utara.  Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Santiri Foundation dan Forum Wirausaha baru Kecamatan Kayangan.
Makanan fungsional ini selain dikemas dalam bentuk dodol,  kedepannya juga bisa dicampur dengan berbagai olahan makanan lainnya.  Ramuan makanan fungsional ini dibuat dari ekstrak tanaman yang terdiri dari daun,  buah, batang tanaman herbal dan madu.  Ramuan  ekstrak tanaman ini di racik oleh bapak Hamzah yang saat ini bergabung dalam Litbang Santiri Foundation.
Sasaran produk makanan fungsional saat ini adalah anak-anak  dan ibu menyusui yang terdampak gempa bumi di Lombok.  Hal ini dikarenakan salah satu manfaat dari makanan fungsional ini adalah mengurangi perasaan stress  dan menjaga kesehatan tubuh.  Manfaat lainnya yaitu mencerdaskan otak,  memperbaiki nutrisi gizi dalam tubuh dan memperlancar air susu ibu.
Dalam peluncuran makanan fungsional ini diikuti oleh anak anak terdampak  gempa yang berada di kecamatan kayangan khususnya yang berada di desa Sesait, Santong Mulia,  Santong,  Kayangan dan Pendua.
Pada tahap awal manisan dodol ini diberikan kepada 100 anak. Manisan dodol yang telah diberi ektrak ramuan F2 dikonsumsi oleh anak anak sebanyak 3 x sehari selama 11 hari.  Setelah sebelas hari kesehatan anak anak akan di lihat perkembangannya.
Selain untuk anak anak dan ibu menyusui ada juga makanan fungsional yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil dan orang dewasa. (wa2n)

Ada semangat kebersamaan di kedai kopi

Santiri, 14 Mei 2018. Berlokasi di sekretariat Forum Wirabaru kecamatan Kayangan. Hari ini dilakukan tryout kedai kopi yang di kelola para anggota forum. Kedai kopi ini merupakan bagian dari unit usaha Forum Wirabaru. Sebagian dari penghasilan kedai kopi akan menjadi amunisi bagi pergerakan anggota forum.
Sebelumnya anggota forum juga telah belajar bagaimana pengelolaan kedai kopi di warung kopi “Artcoffeelago” Mataram.
“Kedai kopi ini selain sebagai pusat informasi dan komunikasi warga forum, juga dijual produk-produk hasil pertanian dan kreatifitas anggota forum” demikian perkataan Beti yang dipercayakan untuk memimpin pengelolaan kedai kopi ini. Di kedai kopi ini juga, pengunjung dapat saling bertukar pengalaman dan informasi tentang ilmu pertanian dan lain sebagainya dengan anggota forum Wirabaru. Setelah di resmikan kedai kopi ini akan terus melakukan perbaikan dan menambah kelengkapan kedai kopi bagi kenyamanan pengunjung kedai kopi.
Jadi jika anda berkesempatan berwisata ke air terjun Tiu Teja atau Tiu Sekeper di Santong, jangan lupa untuk mampir di kedai kopi Forum wirabaru sambil belanja oleh-oleh hasil produk lokal agar juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat desa. (Wa2n)