Menuju Kemandirian Masyarakat Adat Kedatuan Bayan Melalui Penetapan dan Pengakuan Wilayah Kelola dan Ruang Hidup

Santiri, 8 Juli 2020. Pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2020 diadakan diskusi tentang hasil pemetaan wilayah kelola dan ruang hidup masyarakat Adat Kedatuan Bayan Lombok Utara yang telah dilakukan oleh tim Santiri sejakl bulan Maret hingga bulan Juli tahun 2020.
kegiatan ini diadakan dalam acara “Coffee Morning” Kebudayaan Lombok Utara di ruang aula Bappeda Lombok Utara yang dihadiri oleh Kepala Badan, Kepala Bidang dan Staf SOSBUD Perencanaan Pembangunan Daerah, Kabid Kebudayaan, Kabid Perpustakaan, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa, Camat Bayan, Camat Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Budayawan, SANTIRI, Gendewa Tunas Rancak selaku Kepala Program DGM Indonesia di Lombok Utara, Komunitas Adat, Sekolah Adat, akademisi, Antropolog.
Dalam pembukaan acara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara menyatakan Sesuai Visi dan Misi Bupati dengan RPJMD dalam pembangunan Kabupaten Lombok Utara, Pembangunan yang bersinergi dengan Kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Lombok Utara terlaksana dengan proses yang tidak mudah. Perjuangan kebudayaan dengan disahkannya regulasi yang Perda No. 06 Tahun 2020 perlu diapresiasi dan didukung oleh berbagai Pihak.
selanjutnya overview dan review kegiatan dilakukan oleh direktur Santiri mengenai Jejak jejak Kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Lombok Utaraperlu diselaraskan oleh berbagai pihak sehingga menjadi kekayaan tak ternilai, selanjutnya Komunitas adat tanpa dukungan pemerintah masih dapat melaksanakan ritual adat secara mandiri. Peta kewilayaan Masyarakat Adat yang harus manpu diakomodir oleh pemerintah Kabupaten Lombok utara sebagai bentuk dukungan.
Ritual “sembek birak” merupakan mikrocip yang merupakan kekayaan yang perlu dilestarikan karena suatu symbol dari kewilayaan Adat yang dipergunakan untuk memonitoring dan evaluasi dari prilaku masyarakat yang memasuki wilayah masyarakat adat secara spiritual
Dimasa depan para pendaki yang biasa menggunakan “sembek birak” kemungkinan akan menggunakan microcip digital yang akan menyimpan berbagai data dan prilaku dari pendaki sehingga dapat dipikirkan mulai dari sekarang. dan para pemuda adat dapat berperan untuk mengoperasikan dan mengawasinya.
Pemaparan selanjutnya yaitu tentang Program Pemetaan Wilayah Kelola dan Ruang Hidup Masyarakat Adat Kedatuan Bayan oleh GENDEWA TUNAS RANCAK Direktur Program DGM Indonesia; “PENETAPAN WET KEDATUAN BAYAN”. dalam penyampaianya disebutkan tentang Tata Ruang Yang Parsial. Harapannya dimiliki oleh Kewilayahan Kedatuan Bayan dengan latar belakang adanya mega proyek Global HAP, Penyusutan tanah Pecatu yang mengalami peralihan hak kepemilikan , Pencemaran Lingkungan akibat Sampah Plastik, Status, kritis identitas(bangga atau tidaknya sebagai bagian dari masyarakat adat)
Hasil yang dicapai dalam proses pemetaan tersebut yaitu : Kesepakatan dan kesepahaman Bersama, Surat Keputusan Bupati yang merupakan turunan dari Perda No.06 Tahun 2020
Hasil tambahan yang didapat adalah keterlibatan pemuda yang sedang melakukan KKN, Siswa Sekolah, Pemuda, gender dan Keterlibatan: Pemerintah, Non Pemerintah dan Masyarakat.
Paparan selanjutnya yaitu Proses Program dan Capaian Lapangan Oleh Renadi Koordinator Lapangan Program DGM Indonesia, yang menyampaikan tentang Diskusi internal dengan SANTIRI sebelum kegiatan dan dilanjutkan safari kebudayaan dengan melibatkan baik para tokoh budaya lelaki maupun perempuan yang dipisahkan keterlibatannya sesuai tupoksi masing masing, Proses pemetaan dengan menggunakan dua strategi antara lain pemetaan partisifatif dan Pemetaan Kartometrik dan survey lapangan. dilanjutkan dengan pemaparan singkat oleh tim teknis GIS dari Santiri.
Selanjutnya Penyampaian Draf Surat Keputusan Bupati tentang Pengakuan Ruang Hidup dan Wilayah Kelola Masyarakat Adat Kedatuan Bayan dalam Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan oleh team Legal Drafting ( Abdul Samsul Muhyin,Rasidep,M Wahyudin); Alasan diperlukannya Pengakuan Ruang Hidup dan Wilayah Kelola Masyarakat Adat Kedatuan Bayan dalam Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan meliputi: ruang lingkup, air dan social karena mengalami perubahan fungsi sehingga memutuskan Ruang lingkup itu sendiri, sinkronisasi peta yang dibuat dalam pemetaan kewilayahan kedatuan bayan.
acara selanjutnya yatu sesi Diskusi dengan para peserta dan Rencana tindak lanjut yang harus diagendakan secepatnya untuk pembahasan draft SK ini yang ditargetkan dalam satu minggu kedepan sudah dapat diputuskan atau ditandatangani oleh Bupati Lombok Utara. (Wa2n)

Dialog Daring Peran Sekolah dan Pelajar SMA dalam Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata Pusaka Saujana

santiri, 19 Juni 2020. YO‟RA HERO dalam bahasa gaul berarti “kamu adalah pahlawan” dalam Bahasa yang lebih serius adalah kepanjangan dari Youth Research Appraisal for Heritage Tourism Opportunity (Riset Penilaian Pemuda untuk Kesempatan Wisata Warisan Budaya). Sekolah lapangan atau merdeka belajar terfokus untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan prilaku atau sifat (attitude) dalam satu kesatauan Pengalaman Berkemampuan.
Kegiatan YO‟RA HERO dilakukan melalui sebuah ajang belajar bersama secara semi klasikal dan praktik lapangan. Kegiatan yang pertama dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (mewakili Bupati yang berhalangan dikarenakan sakit, Ketika itu) telah dilakukan pada 10 Nopember 2019. Selanjutnya peserta dibagi menjadi Tim kecil untuk melakukan pembelajaran di lapangan (learning to know, learning how to do, dan learning to be) selama kurang lebih 3 bulan. Karena berbagai hal dan utamanya Covid 19, kegiatan lapangan tidak berjalan mulus dan baru bisa dituntaskan pada Juni 2020. Namun demikian, kegiatan ini telah mendapatkan apresiasi dari Dirjen Kebudayaan-Kemendikbud pada awal bulan Februari yang lalu, dan Beliau mengharapkan agar kegiatan berkebudayaan yang melibatkan pemuda atau pelajar semacam ini dapat terus dilanjutkan.
Terkait dengan hal tersebut, maka pada tanggal 17 Juni 2020 diadakan kegiatan dialog daring dan pemberian apresiasi serta merancang keberlanjutan Yo’ra Hero dalam satu rangkaian yang berkesesuaian dengan kondisi saat ini (COVID 19). kegiatan dialog ini dapat berlangsung atas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dengan falilitas virtual meeting dari BAPPEDA Lombok Utara.
Tujuan dari dialog ini agar terciptanya Merdeka Belajar Terfokus (YO’RA HERO) dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi Pemuda/Pelajar setingkat SMA untuk meningkatkan talenta dan pengetahuannya di bidang kebudayaan, khususnya terkait dengan Pusaka Saujana.

Bupati Lombok Utara
DR.H. Najmul Akhyar, SH, MH

Bupati Lombok Utara DR.H. Najmul Akhyar, SH, MH dalam diskusi ini menjadi keynote speaker yang sangat mendukung kegiatan diskusi dan Yo’ra Hero sebagai ajang pengenalan budaya kepada para pemuda khususnya di Lombok Utara. Pembicara lainnya yaitu Sjamsul Hadi, SH, MM Direktur Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Direktorat Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Dewi Hutabarat wakil ketua Deputi Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Indonesia, Ery Damayanti wakil presiden Kaoem Telapak, Laretna T. Adhisakti Anggota Dewan Pimpinan BPPI dan Pengajar UGM, Gendewa Tunas Rancak Dekan Fakultas Teknik Universitas Nahdatul Ulama NTB. Dialog ini dikuti oleh sejumlah staf SKPD Lombok utara, Kepala sekolah SMA di Lombok Utara dan sejumlah siwa SMA. Total Peserta yang tergabung dalam dialog daring ini berjumlah 51 orang. selain melalui media ZOOM, dialog ini juga dapat diikuti langsung melalui streaming di media sosial Instagram dan facebook.
dialog yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam menghasilkan beberapa kesepakatan dari pembicara dan peserta yaitu untuk terus mendukung kegiatan Yo’ra Hero pada tahun berikutnya. karena kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat untuk kaum muda dalam mengenal sejarah budaya.
Selain berdialog bapak bupati juga berkesempatan mengumumkan pemenang lomba karya Yo’ra Hero yang telah dilaksanakan pada akhir tahun 2019. (Wa2n)