Pemetaan Jalan Agung Masyarakat Adat Kedatuan Bayan – Lombok Utara

Santiri/23 Agustus 2020. Rurung Agung atau jalan agung, adalah jalan setapak yang biasa digunakan oleh masyarakat adat dalam suatu ritual. Jalan ini telah digunakan  sejak masyarakat adat itu ada. Rurung Agung ini memiliki beberapa fungsi dan kegunaan sesuai dengan jenis ritual yang dilakukan. Rurung Agung ini biasanya melintasi batas Administasi desa bahkan batas administrasi kecamatan sesuai dengan wilayah komunitas adat berada. Dalam melakukan proses ritual melalui Rurung Agung ini biasanya ada beberapa syarat yang harus dilakukan seperti menggunakan pakaian adat dan tidak menggunakan alas kaki serta dipimpin oleh tokoh adat setempat tergantung ritual yang sedang dilaksanakan. Perjalanan Rurung Agung ini adalah salah satu Proses  yang dilakukan dalam setiap perayaan ritual masyarakat adat. Terkait dengan proses pemetaan wilayah masyarakat adat kedatuan Bayan di dua kecamatan Kayangan dan Bayan, maka dilakukan pula pemetaan Rurung Agung di dua kecamatan tersebut. Rurung agung di dua kecamatan ini saling berkaitan dalam pelaksanaan proses ritual yang dilakukan oleh masyarakat adat kedatuan Bayan. Saat ini tim dari Santiri sedang melakukan Pemetaan Rurung Agung di kecamatan Bayan dilanjutkan ke kecamatan Kayangan. Proses pemetaan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu efektif. Dalam proses pemetaan ini dilakukan bersama para tokoh adat setempat sebagai narasumber informasi dan penunjuk jalan Rurung Agung. Pemetaan Rurung Agung ini dilakukan dikarenakan saat ini ada beberapa Rurung Agung yang jalannya tertutup oleh tanah pribadi dan proyek pemerintah. Dalam dua hari proses pemetaan selama dua hari ini didapati beberapa Rurung Agung yang jalannya harus melewati kebun/sawah warga, melalui jalan yang telah diaspal bahkan harus membuat jalan baru dikarena jalannya telah tertutup oleh tanah pribadi atau jalannya telah rusak karena tertimbun material kayu dan menjadi sangat rimbun oleh semak. Dibeberapa lokasi warga yang lahannya dilewati oleh jalan agung tersebut masih ada yang mengijinkan lahannya untuk dilewati dalam proses ritual tersebut. Dengan adanya pemetaan Rurung Agung ini diharap keberadaan jalan agung ini dapat terdokumentasikan dan dipertahankan sebagai bagian dari proses ritual dan aset budaya mayarakat adat kedatuan Bayan. Hasil dari pemetaan ini juga dapat menjadi acuan pembangunan agar tetap dapat mempertahankan keberadaan aset budaya sebagai bagian dari proses ritual budaya masyarakat kedatuan Bayan.
EnglishIndonesian