ErKaEm

Profil Singkat

Rumah Kucing Montong yang lebih dikenal dengan sebutan eRKaem adalah sebuah rumah pribadi milik Ary Juliyant (seniman) dan keluarga yang kini bertransformasi menjadi tempat untuk beraktifitas seni. Sebuah program diskusi dan pentas seni sederhana pada tanggal 14 September 2016 bertajuk Ngopi Sore menjadi tanda resminya eRKaem sebagai rumah pergerakan gerilyawan kesenian. Program Ngopi Sore yang digagas oleh Yuga Anggana dan kawan-kawan mendapat dukungan penuh dari Ary Juliyant sang pemilik rumah dan menjadi acara rutin yang digelar setiap hari rabu sore. Dengan adanya program Ngopi Sore kini eRKaeM, yang terletak di Perumahan BTN Montong Kedaton Blok D-9 Meninting Lombok Barat, menjadi tempat pilihan orang-orang untuk sekedar singgah, berkumpul, ngopi, berlatih musik, bereksperimen dalam karya seni, berdiskusi dan konsultasi tentang karya seni, merekam untuk mendokumetasikan karya musik, mengaransemen dan membuat musik iringan tari, teater, film, dan lain-lain.

Selain sebagai wadah bekesenian, eRKaeM juga memiliki ruang pustaka sebagai pusat literasi dengan mengoleksi berbagai jenis buku, kaset tapedeck, CD, VCD dan DVD, hingga berbagai karya seni, baik seni rupa, kriya maupun instalasi. Karya seni tersebut tidak hanya berasal dari berbagai daerah di nusantara, tetapi juga mancanegara.

eRKaeM sebagai salah satu wadah untuk berkesenian, dengan program diskusi, pentas seni, dan segala aktifitas seninya, diharapkan menjadi rumah pegerakan kesenian yang mampu berkontribusi mengembangkan pengetahuan dan pengalaman, mewujudkan proses kreatif dan analitis, meningkatkan kehidupan berkomunitas, juga mendorong terjadinya interaksi antarbudaya, dan yang paling utama: mendorong untuk terus berkarya.

Kegiatan Utama

NGOPI SORE,
adalah ruang diskusi dan pentas seni di sore hari sembari ditemani kopi hangat, kegiatan ini juga diharapkan bisa membiasakan sikap saling menghargai, mengembangkan pengetahuan dan pengalaman, mewujudkan proses kreatif dan analitis, melatih kemampuan berbicara, serta mengembangkan daya berfikir.

Media Sosial

EnglishIndonesian