Mengkritisi Kebijakan Konservasi Sumber Daya Alam Kawasan Di Kabupaten Lombok Utara

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara hukum bertujuan mewujudkan suatu tata kehidupan yang sejahtera dan harmonis, maka dalam mencapai tujuan tersebut pemerintah sebagai salah satu organ negara diberi tugas untuk mengurus berbagai segi kehidupan dalam masyarakat dan lingkungannya. Untuk itu pemerintah diberi wewenang dan kebebasan yang pada dasarnya memperkenankan aparat administrasi negara mengutamakan suatu … Read more »

AKANKAH KEARIFAN LOKAL MAMPU MENYELAMATKAN NELAYAN ?

Santiri, 25 Mei 2018. Pada suatu seminar bertema dampak perubahan iklim dan pemanasan global, seorang nelayan tradisional melontarkan pertanyaan berbau teka-teki dan mistis, pertanyaannya adalah jika di laut hanya tersisa seekor ikan saja lalu siapa yang berhak mendapatkannya ?. Maka tak ayal lagi diskusi bercampur debat pun berlangsung sangat seru, masing-masing memberi argumen berdasarkan ilmunya … Read more »

BELAJAR DARI KEBIASAAN NELAYAN KECIL

Santiri, 24 Mei 2018. Dampak perubahan iklim dan pemanasan global akhirnya dirasakan juga oleh nelayan kecil kita, seringkali ombak besar dan angin kencang datangnya secara tiba-tiba bahkan tanpa tanda-tanda sebelumnya, kalender musim penangkapan ikan menjadi tidak karuan lagi, daerah penangkapan ikan menjadi semakin ketengah lalu hasil penangkapan pun cenderung menurun hingga tidak bisa lagi menutup … Read more »

Jambianom goes to Eco Heart

Sebelum Kabupaten Lombok Utara menjadi Definitif sebuah Daerah Administratif baru pada tahun 2011, sebagian besar masyarakat Kabupaten Lombok Utara masih hidup dengan berbagai pola kearifan lokal. Salah satunya adalah yang mereka sebut dengan awiq-awiq. Hukum lokal yang  disepakati bersama untuk dilaksanakan secara terbuka dan proporsional dalam satu-kesatuan bentang dan gugus sea-landscape Kabupaten Lombok Utara. Awiq-awiq … Read more »