Peluncuran Bengkel Latihan Kerja (Bale) Utama, Pelatihan Kerja Rumah Kayu dan Penanaman Pohon Bersama

santiri, 22/4/2019. Tanggal 22 April selalu diperingati sebagai Hari Bumi (Earth Day), dan diperingati secara Internasional. Hari bumi diperingati untuk meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya pelestarian lingkungan yaitu tempat tinggal kita di planet bumi ini. Dalam momentum peringatan hari bumi ini di dusun Trantapan desa Karang Bajo juga diadakan kegiatan pelatihan dan kerja / OJT (On Job Training) angkatan I tahun 2019 dan peluncuran Bengkel Latihan Kerja (Bale) Utama I yang di buka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat  Ibu Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., serta dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama. Dalam acara ini hadir pula dari Bina Kontruksi PUPR, Asisten I Lombok Utara, Camat Bayan, Perwakilan Kelompok Masyarakat serta peserta pelatihan Pertukangan dan fasilitator.

Penanaman Bibit Pohon oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara barat

Desa Karang Bajo yang terletak di Kecamatan bayan, Kabupaten Lombok utara yang merupakan salah satu wilayah terdampak gempa pada tahun 2018. Dari data terkini dampak dari gempa Lombok-Sumbawa dilihat dari bangunan rumah masyarakat secara keseluruhan berjumlah 216.519 yang terbagi menjadi tiga kategori, rusak berat berjumlah 75.138 rusak sedang berjumlah 33.075 dan rusak ringan berjumlah 108.306.  Khusus di Lombok Utara kerusakan total berjumlah 49.853 yang terbagi dalam jumlah rumah rusak berat 44.014, rusak sedang 1.758, dan rusak ringan 4.081.

NTB dalam penanganan pasca gempa sekarang sudah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dalam tahap percepatan pembangunan rumah tempat tinggal tetap atau hunian tetap (huntap) memerlukan kerjasama antara pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serta pihak-pihak lain atau swasta. Tidak sedikit permasalahan kemudian yang muncul ketika realisasi percepatan pembangunan huntap, saah satunya adalah ketersediaan tenaga atau tukang-tukang yang akan membangun hunian tetap yang diinginkan berdasarkan pilihan masyarakat. Dan juga tidak banyak tukang-tukang yang memahami teknik-teknik bagaimana membangun rumah tahan gempa yang sudah ditetapkan standarnya oleh pemerintah. Sementara selama ini pemerintah menetapkan 3 model rumah tahan gempa, diantaranya Risha (rumah instan sederhana sehat), Rika ( rumah instan kayu ) dan Riba (rumah instan baja ringan). 

Bersamaan dengan OJT angkatan I ini pula dilakukan Sarasehan / Sangkep “Mendengar Suara Bumi dan Warga (Voice of Eart, Voice of People) Untuk Percepatan dan Pertepatan Pemulihan Dampak Gempa”.

Mendengar Suara Warga

Tujuan dari kegiatan ini adalah

1)Terjadinya starting point strategi dan konsep pembangunan yang lebih memiliki perspektif kebencanaan. 2)Terjadinya dialog publik antara masyarakat, pemangku kepentingan dan pemegang kebijakan. 3)Terjadinya pusat pembelajaran dan kerja-kerja di Bengkel Latihan Kerja (Bale) Utama dalam upaya percepatan rehap rekon. 4)Tukang kayu untuk pembangunan Rika mendapatkan sertifikasi oleh pemerintah. 5)Menanam pohon sebagai upaya mewujudkan sumberdaya terbarukan bagian dari konsekwensi pembangunan RIKA. 6)Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah / sampah (plastik)

Hasil yang diharapkan

  1. Adanya starting point strategi dan konsep pembangunan yang lebih memiliki perspektif kebencanaan
  2. Adanya dialog publik antara masyarakat, pemangku kepentingan dan pemegang kebijakan
  3. Tersedianya tempat atau pusat bengkel latihan kerja utama di tingkat kecamatan
  4. Tersedianya sejumlah 35 tukang untuk pembangunan Rika yang sudah tersertifikasi di tiap kecamatan
  5. Terorganisirnya tenanga kerja / tukang-tukang untuk membangun Rika di setiap kecamatan
  6. Terbangunnya sistem kerja yang efektiv dan efisien (sistem pabrikasi) dalam membangun Rika
  7. Terbangunnya 1 unit rumah RIKA
  8. Tertanamnya 22 pohon bersama di lingkungan Pokmas
  9. Menanam pohon disebar luas di tingkat pokmas-pokmas
  10. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah / sampah (plastik)

Peserta pelatihan dan kerja pembangunan rumah jenis RIKA akan diikuti oleh peserta sebanyak 36 orang tukang kayu dan batu yang berasal dari kecamatan Bayan dan kayangan. Kegiatan  pelatihan ini diadakan selama 4 hari, mulai tanggal 22 April hingga 25 April 2019

Kegiatan ini diselenggarakan bergotongroyong bersama Konsorsium Metadaya (Santiri, Koperasi Jatiperak, Forum Wirausaha Baru, Asosiasi UKM NTB Bangkit) dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (BPBD Lombok Utara, Bappeda, Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Dan Kawasan Pemukiman dan instansi terkait lainnya), WWF-NTB, didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan, DMtK, Pemerintah Provinsi NTB, dan para pihak lainnya. (Wa2n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *