TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP NELAYAN DESA MEDANA

Santiri,  17 Mei 2018. Teknologi penangkapan ikan sangat berperan dalam usaha perikanan laut. khususnya di kawasan perairan Desa Medana Kabupaten Lombok Utara (KLU), dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) tahun terakhir ini berbagai bentuk teknologi dalam usaha perikanan tangkap semakin berkembang pemakaiannya. Perkembangan atau perubahan teknologi penangkapan ikan ini pada dasarnya mencakup tiga hal : (1) peningkatan efektifitas dan mutu alat tangkap; (2) peningkatan keragaman alat tangkap dan (3) peningkatan jumlah armada penangkapan. Secara keseluruhan perkembangan ini menyebabkan produksi total penangkapan ikan menjadi meningkat, perkembangan ini tentu saja diikuti oleh dampak negatifnya, beberapa fenomena dapat dilihat dari pergeseran daerah penangkapan jenis ikan sasaran yang semakin ketengah, beberapa gejala penurunan hasil tangkap ikan-ikan pelagis dan berubahnya strategi nelayan dalam menangkap ikan.

Kawasan daerah penangkapan ikan di Desa Medana berada di Teluk Medana dan sekitarnya, terdapat beberapa pola eksploitasi penangkapan ikan, antara lain yang dipengaruhi oleh : (1) kepadatan jumlah nelayan, (2) kondisi lingkungan perairan, dan (3) jenis peralatan tangkap yang beroperasi.. Pola penangkapan ikan di kawasan Desa Medana ini memiliki perbedaan dengan kawasan daerah penangkapan ikan lainnya di Kabupaten Lombok Utara, sehingga hasil penangkapan yang diperoleh di masing-masing kawasan ini juga berbeda.

Berbagai perkembangan teknologi penangkapan ikan di KLU dimulai sekitar tahun 1985, dapat dilihat dari perubahan sarana penangkapan, yakni berbagai perubahan teknologi sistem perikanan tangkap baik teknologi meliputi armada perikanan (perahu/sampan) yang telah menggunakan penggerak mesin maupun alat tangkapnya (jaring) yang telah menggunakan berbagai modifikasi dan diversifikasi drift net (jaring apung). Walaupun sampai saat ini nelayan Medana masih didominasi oleh usaha nelayan skala kecil. Namun eksploitasi sumberdaya umumnya sudah pada perairan yang relatif ketengah dari lokasi tempat tinggal mereka dan tidak terbatas pada perairan pantai.

Perkembangan teknologi sarana penangkapan ikan baru yang mereka kenal berupa berbagai jenis pancing, jaring insang (gill net), jaring tasik (shrimp- gill net) dan beberapa jenis drift net lainnya. Sedangkan bentuk dan ukuran sampan telah berubah ke teknologi sampan motorisasi (motor temple atau ketinting) , Macam alat tangkap yang digunakan nelayan dalam menangkap ikan lebih beragam dengan efektivitas yang berbeda dan merupakan modivikasi bentuk yang sudah ada , Daerah penangkapan ikan tidak terbatas lagi di perairan pinggir kecuali nelayan ketika memakai jenis alat tangkap untuk sasaran yang berupa ikan demersal, cumi-cumi, gurita dan teri.

Di kawasan dijumpai peningkatan penggunaan jaring insang yang dioperasikan, perubahan teknologi ini adalah modifikasi jaring insang untuk menangkap ikan-ikan pelagis (tuna) diperairan yang lebih luas, sejak penggunaan jaring insang yang merata di semua kawasan pada usaha perikanan pelagis di perairan KLU lebih beragam sudah barang tentu menyebabkan tekanan terhadap jenis-jenis ikan pelagis kawasan ini. Beberapa jenis ikan yang mulai menurun produksinya seperti : cendro, torani, lemuru dan layang.(M. Wahyudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *