Membangun Desa bersama Pemuda

Persoalan putus sekolah, pengangguran, lapangan kerja yang terbatas dan kenakalan remaja adalah persoalan pemuda disemua desa-desa di Kabupaten Lombok Utara. Mengatasi persoalan ini tentu tidak harus mengandalkan intervensi pemerintah semata, di acara sosialisasi dan pembekalan yang diselenggarakan pada 23-24 April 2018 kemarin, ketua Karang Taruna Bina Remaja Desa Medana, Ruslan Abdul Gani menjelaskan bahwa pemuda memiliki potensi yang besar dalam pembangunan desa, oleh karena itu Karang Taruna Bina Remaja Desa Medana harus mengambil peran aktif dalam pembangunan Desa Medana.

Acara yang difasilitasi oleh Santiri Foundation, pada hari pertama peserta mendiskusikan tentang mimpi-mimpi Karang Taruna untuk 6 tahun kedepan, mimpi-mimpi tersebut berkaitan dengan ekonomi, olah raga, kesenian dan budaya, pendidikan, kesehatan dan sosial. Dari mimpi-mimpi tersebut tersusunlah tujuan dari Karang Taruna Bina Remaja Desa Medana yaitu mewujudkan dan membina pemuda Desa Medana melalui peningkatan ekonomi, pendidikan dan olahraga yang berbasis masyarakat. Dan guna mewujudkan tujuan tersebut prioritas programnya adalah peningkatan SDM, pemetaan pemasaran, membangun kemitraan dengan pemerintah dan pengusaha, penggunaan media online untuk pemasaran, mengembangkan bakat, mencari bibit unggul dan menghidupkan kembali gotong royong.

Pada hari kedua Santiri mengenalkan materi tentang Wira Usaha Baru dengan tidak tanggung-tanggung mendatangkan langsung pengurus Forum Wira Baru (FIB) Kecamatan Kayangan untuk berdialog dan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kewirausahaan baru. Masalah-masalah yang dihadapi para pelaku ekonomi pedesaan secara umum bukanlah masalah modal semata. Ada persoalan paling mendasar diantaranya ialah rendahnya sumberdaya manusia (SDM) meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguasaan terhadap berbagai hal menyangkut rencana produksi, analisa pasar, strategi pemasaran, strategi penjualan, penguasaan informasi dan jaringan pasar, dan seterusnya.

Pilihan-pilihan jenis bisnis strategis, antara lain seperti usaha pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK), tanaman pekarangan, sayuran, peternakan, usaha budidaya ikan, kuliner (bisnis makanan olahan) dan ekowisata harus juga disertai dengan rencana pengembangan usaha misalnya  pengembangan usaha produk olahan, pengemasan produk, pameran promosi produk, pengolahan hasil, outlet promosi produk dan penyuluhan keamanan pangan industri rumah tangga.

Diakhir acara, pada penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Karang Taruna Bina Remaja Desa Medana menyusun prioritas kegiatan jangka pendek, yaitu : membangun sinergitas Karang Taruna dengan berbagai pihak, pemetaan potensi ekonomi di masing-masing dusun, penyusunan program kerja Karang Taruna 6 tahun ke depan dan peningkatan kapasitas pengurus dan anggota Karang Taruna (M.Wahyudin,SH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *